Sidang Bapak & Anak Penipu Sarung Layak Dipantau

Sidang Bapak & Anak Penipu Sarung Layak Dipantau

suarahukum.com - Sidang penipuan sarung Rp 22 miliar yang melibatkan Bapak Suwandi Wibowo dan Anak ke dua Irwan Suwandi layak dipantau. Sebab, sidang mingguan yang dijadwalkan bersamaan selalu berubah, mulai dari Kamis, Selasa dan Rabu. Ada apa?

Terlebih sebelumnya Beny Prayogi Nyotoraharjo anak ke tiga terdakwa Suwandi Wibowo yang juga diseret perkara penipuan ini, oleh Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik diputus hukuman 10 bulan penjara.

Majelis Hakim menilai, perbuatan terdakwa Beny Prayogi Nyotoraharjo terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Mengetahui putusan Majelis Hakim anjlok, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin dari Kejari Tanjung Perak Surabaya, yang menuntut tedakwa Beny Prayogi Nyotoraharjo dengan hukuman 4 tahun penjara, menyatakan banding.

"Kami tetap banding, karena putusan sangat terlalu ringan daripada tuntutan," tegas Yusuf, saat ditemui suarahukum.com di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (16/6/2021) kemarin.

BERITA TERKAIT: Dituntut 4 Tahun, Penipu Sarung Diputus 10 bulan

JPU Yusuf Akbar Amin pun ingin bertahan dengan tuntutannya. Suwandi Wibowo yang satu perusahaan dengan Beny Prayogi Nyotoraharjo, menuntutnya dengan hukuman 4 tahun penjara. Sedangkan, Irwan Suwandi dituntut 2 tahun penjara, Kamis (17/6/2021).

“Kalau Irwan Suwandi hanya ikut-ikutan saja dan tidak terlibat secara langsung,” kata JPU Yusuf Akbar Amin kepada suarahukum.com.

BERITA TERKAIT: Bapak dan Anak Didakwa Menipu Sarung Rp 22 M

Untuk diketahui, dalam dakwaan, Beny Prayogi, direktur PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK), bersama ayahnya, Suwandi Wibowo, didakwa menipu PT Sukorejo Indah Textile (SIT). Saat itu terdakwa awalnya memesan 24.237,83 kodi sarung Wadimor senilai Rp 22,1 miliar pada akhir 2019. Rencananya untuk dikirim pada Maret hingga Juni 2020.

Terdakwa memberikan lima bilyet giro (BG) untuk jaminan nota pemesanan tersebut tetapi, pada saat dilakukan pencairan sesuai dengan tanggal jatuh tempo, pihak bank memberitahukan kepada PT Sukorejo Indah Textile bahwa BG tersebut tidak dapat dicairkan karena saldo tidak cukup.

Dua lembar BG yang tidak bisa cair masing-masing senilai Rp 5 miliar dan Rp 5,4 miliar diganti dengan tiga BG bank lain. Masing-masing dua BG senilai Rp 3,5 miliar dan satu lagi Rp 3,4 miliar.

Sementara itu, tiga BG lain yang juga tidak bisa dicairkan senilai total Rp 13 miliar diganti dengan tujuh lembar BG bank lain. Masing-masing Rp 1 miliar, Rp 330 juta, Rp 450 juta, Rp 3,59 miliar, Rp 2,85 miliar, Rp 3 miliar, dan Rp 718,1 juta. Jamil lantas mengkliring 10 lembar BG pengganti tersebut.

Tetapi kembali mendapatkan surat keterangan penolakan dari pihak bank dengan keterangan bahwa dan atau saldo tidak cukup. Sehingga PT SIT merugi Rp 22,1 miliar dari pengiriman sarung yang tidak dibayar.

Perkara ini juga menyeret Irwan Suwandi warga Kejawan Utara Blok C4 Surabaya, tidak lain anak kedua dari pasangan Yenny Sintawati Purwo dan Suwandi Wibowo, kakak Beny Prayogi Nyotoraharjo. Irwan Suwandi dianggap terlibat ikut menandatangani BG tersebut. (Am)

Manager Cafe Planet Dikepruk Botol Bir
Anggota DPRD Jatim Janji Pulihan Nama Baik SPI