Penusuk Anggota PSHT Dituntut Belasan Tahun

Kuasa hukum : Sangat Tidak Relevan..!

Penusuk Anggota PSHT Dituntut Belasan Tahun

suarahukum.com - Dianggap terbukti melakukan perencanaan penusukan seorang anggota Pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) hingga tewas di Balongsari, Tandes Surabaya. Para pelakunya adalah I Joko Purnomo alias Joko Ganggacir, II Nuroqim alias Akim, III Sutopo Hadi Santoso alias Topo, dan IV Karma Jaya dan Bayu Iswanda Anugraha dituntut hukuman belasan tahun.

"Menuntut penjara hukuman selama 16 tahun terhadap keempatnya, antara lain Joko, Nuroqim, Sutopo dan Karma," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulfikar SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, diruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (24/2/2022).

Selain keempat, JPU juga menuntut hukuman pidana penjara selama 18 tahun kepada Bayu Iswanda Anugraha.

Atas tuntutan tersebut, JPU menilai bahwa para terdakwa terbukti melakukan pelanggaran pasal 340 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Menanggapi tuntutan JPU, Hanny Kasworo selaku kuasa hukum mengatakan bahwa tuntutan tersebut terlalu tinggi. "Jaksa melakukan penuntutan terlalu tinggi. Ini sangat tidak relevan," pungkas Hanny, pada suarahukum. com usai sidang.

Diketahui, dimulai pada Kamis tanggal 19 Agustus 2021 sekitar pukul 19.00 WIB sdr. Funny (DPO) mendatangi tempat kerja saksi Bayu untuk mengantarkan sepeda motor Honda PCX No. Pol L -3250-EU. Selanjutnya Bayu menghubungi Joko untuk ngumpul di rumah kos Topo di Jl. Tubanan Baru Blok F No 28 Surabaya Lalu Joko mengatakan kepada Bayu untuk membawa senjata tajam (Sajam), sehingga Bayu sebelum ke rumah III pulang ke mengambil sajam 1 bilah pisau.

Kemudian berangkat menuju rumah kos III, tiba di rumah kos III mereka setelah I, II, III, IV, Bayu dan sdr. Funny (DPO) sambil ngumpul sambil minum kopi terdakwa III mengusulkan untuk ke daerah sememi, lalu terdakwa IV, saksi Bayu dan Funny (DPO) dengan mengatakan “Ayo cari cewek di daerah Sememi, ayo ke Sememi keburu malam” sambil jalan ada anggota PSHT langsung kita Der”.

Saat itu pukul 22.00 Wib para terdakwa, saksi Bayu dan sdr. Funny (DPO) berangkat menuju daerah semi dengan berboncengan, diantaranya Joko berboncengan dengan hasil terdakwa III menggunakan sepeda motor Honda beat warna Oranye No. Pol. S-2680-AE, terdakwa II berboncengan dengan Funny menggunakan sepeda motor milik terdakwa II sedangkan terdakwa IV berboncengan dengan saksi Bayu.

Bahwa pada hari yang sama sekira pukul 23.15 Wib para terdakwa bersama-bersama sama saksi bayu dan Funny (DPO) melintas di Jl. Balongsari Tama Selatan Blok 9 No.10 Kecamatan Tandes Kota Surabaya.

Kemudian korban Bagus yang saat itu menggunakan kaos PSHT berboncengan dengan saksi Maulana menggunakan sepeda motor. Selanjutnya mereka berbalik arah mengikuti korban dan saksi Bayu bertanya kepada terdakwa IV ada apa, kemudian IV mengatakan siap-siap, sehingga saksi Bayu menyiapkan 1 bilah sajam yang sudah dipersiapkan sebelumnya, dan yang terdakwa IV langsung memepet sepeda motor oleh saksi Maulana dan korban Bagus.

Setelah sampai di sebelah selatan Jl.Raya Balong Sari Tama selantan Blok 9 Surabaya saksi Bayu langsung melakukan penusukan terhadap korban Bagus menggunakan pisau, lalu korbanpun terjatuh dan bersimbah darah.

Sementara terdakwa I, II, III dan Funny (DPO) menjaga / mengawasi dengan berada di belakang saksi Bayu. Usai melakukan hal tersebut mereka langsung melarikan diri. Atas perbuatan para terdakwa, korban luka parah dan meninggal dunia. (Am)

Akun Sosmed Penghina TNI Dipolisikan
Direktur RSUD Dr Soetomo Dipolisikan