Gofurul dan Ratu Rotih Rucita Dinyatakan Bersalah

Andy Setiya Dihukum 12 Bulan

Gofurul dan Ratu Rotih Rucita Dinyatakan Bersalah

suarahukum.com - Pasangan suami istri, Gofurul (36) dan Ratu Rotih Rucita (32) akhirnya masing-masing diganjar oleh Dewi Iswani Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, berbeda-beda. Untuk Gofurul 1,2 tahun, Ratu dan Andin 1 tahun penjara.

Hakim menilai, para terdakwa melanggar Pasal 372 dan 378 KUHP Penggelapan dan Penipuan. BERITA TERKAIT: Suami Istri Gofurul dan Ratu Rotih Rucita Dipenjara

Sebelumnya, pasangan suami istri yang tinggal di Jalan Tanjung Sadari Surabaya ini oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasan Efendi masing-masing dituntut, untuk Gofurul 1 tahun 6 bulan penjara, sedangkan Ratu Rotih Rucita 1 tahun 3 bulan penjara.

Andy Setiya Partiningrum (33) tidak lain rekan kerjanya, oleh JPU dituntut 1 tahun 3 bulan penjara.

Selama menjalani sidang, disebut Kasipidum Kejari Tanjung Perak Surabaya, Eko Budi Susanto mendekam di Polrestabes Surabaya. "Mereka dipenjara dipolres," katanya, Rabu (21/4/2021).

Untuk diketahu dalam dakwaan, berawal saat itu para terdakwa yaitu Gofurul dan Andy datang kerumah pelapor Rudyanto alias Anton dipondok Wage Indah Sidoarjo. Disitulah keduanya menawarkan kerja sama pengerukan diwilayah Kebumen. Selanjutnya oleh Gofurul, pelapor disuruh tanam saham dengan modal sebesar Rp 1 miliar di janji akan diberikan komisi sebesar 10 % dari hasil pekerjaan.

Karena tidak punya uang sebesar itu dan akhirnya terdakwa Hadi minta uang sebesar Rp 500 juta, dan saksipun bilang tidak punya uang. Saat itu, saksi menyebut hanya punya aset 2 BPKB mobil dan usaha uang belum cair dibank.

Kemudian tanggal 6 Januari 2018, sekitar jam 11.00 Wib, Andy dan Hadi meminta 2 BPKB mobil yaitu BPKB mobil Honda HRV L-1759- SJ atas nama Naimah dan 1 BPKB mobil Honda CITY S-0103-MA.

Untuk meyakinkan Anton, Hadi bercerita soal tanam saham usaha bidang jasa pengiriman dan bercerita tentang usaha proyek pengerukan di Kebumen. Karena tertarik tentang kisah cerita Hadi, akhirnya 2 BPKB mobil pun diserahkan oleh Anton ke Hadi dihadapan Andy.

Setelah 2 hari penyerahan BPKB, Andy dan Hadi datang kerumah saksi Anton untuk tukar mobil Yaris dan Inova dengan mobil Honda HRV dan Honda CITY milik Anton, dengan alasan mobilnya kurang bagus buat acara pernikahan.

Kemudian tanggal 14 September 2018, sekitar jam 14.00 wib, mobil Honda HRV dibawa oleh anak korban tiba-tiba di jl, Raya Acmad Yani (depan Cito) Surabaya, ditarik debt colektor dari PT Financia Multi Finance (kredit plus), disitulah korban baru tau bahwa 2 BPKBnya yang asli mobil Honda HRV dan Honda CITY telah dijadikan jaminan dengan atas namanya penanggung jawab yaitu Ratu, untuk pinjam uang di PT FMF. (SA)

Kapolrestabes Surabaya Amini Anggotanya Nyabu
Jaksa Gadungan Dituntut 3 Tahun Penjara