Dituntut 4 Tahun, Penipu Sarung Diputus 10 bulan

Dituntut 4 Tahun, Penipu Sarung Diputus 10 bulan

suarahukum.com - Beny Prayogi Nyotoraharjo selaku Direktur PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK) terdakwa penipuan dan penggelapan sarung senilai Rp 22 miliar milik PT Sukorejo Indah Textile (SIT), oleh Ketua Majelis Hhakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, diputus hukuman 10 bulan penjara.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah turut serta melakukan penipuan secara berlanjut. Menjatuhkan pidana selama 10 bulan penjara. Menyatakan terdakwa tetap ditahan," kata Hakim Erintuah Damanik, dalam persidangan virtual, diruang Sari 1 PN Surabaya, Selasa (8/5/2021).

Menurut hakim terdakwa dinyatakan terbukti bersalah sesuai dakwaan pertama yakni pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin dari Kejari Tanjung Perak Surabaya, yang sebelumnya menuntut hukuman terhadap terdakwa Beny Prayogi Nyotoraharjo dengan hukuman 4 tahun penjara.

Dalam putusan tersebut, sementara, JPU Yusuf Akbar Amin menyatakan pikir-pikir, begitupun terdakwa. "Kami pikir-pikir Yang Mulia," kata terdakwa melalui ketua tim penasehat hukumnya Tanu Hariyadi.

Untuk diketahui, dalam dakwaan, Beny Prayogi, direktur PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK), bersama ayahnya, Suwandi Wibowo, didakwa menipu PT Sukorejo Indah Textile (SIT). Saat itu terdakwa awalnya memesan 24.237,83 kodi sarung Wadimor senilai Rp 22,1 miliar pada akhir 2019. Rencananya untuk dikirim pada Maret hingga Juni 2020.

Terdakwa memberikan lima bilyet giro (BG) untuk jaminan nota pemesanan tersebut tetapi, pada saat dilakukan pencairan sesuai dengan tanggal jatuh tempo, pihak bank memberitahukan kepada PT Sukorejo Indah Textile bahwa BG tersebut tidak dapat dicairkan karena saldo tidak cukup.

Dua lembar BG yang tidak bisa cair masing-masing senilai Rp 5 miliar dan Rp 5,4 miliar diganti dengan tiga BG bank lain. Masing-masing dua BG senilai Rp 3,5 miliar dan satu lagi Rp 3,4 miliar.

Sementara itu, tiga BG lain yang juga tidak bisa dicairkan senilai total Rp 13 miliar diganti dengan tujuh lembar BG bank lain. Masing-masing Rp 1 miliar, Rp 330 juta, Rp 450 juta, Rp 3,59 miliar, Rp 2,85 miliar, Rp 3 miliar, dan Rp 718,1 juta. Jamil lantas mengkliring 10 lembar BG pengganti tersebut.

Tetapi kembali mendapatkan surat keterangan penolakan dari pihak bank dengan keterangan bahwa dan atau saldo tidak cukup.PT SIT merugi Rp 22,1 miliar dari pengiriman sarung yang tidak dibayar. (Am)

4 Pemuda Bobol Kartu Kridit
Asteria Ismi Sawitri Hajar Pelakor Wenny Handayani