Bapak dan Anak Didakwa Menipu Sarung Rp 22 M

Bapak dan Anak Didakwa Menipu Sarung Rp 22 M

suarahukum.com - Beny Prayogi Nyotoraharjo, Direktur PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK) jadi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Pria kelahiran April 1985 yang tingal di Perum Pakuwon City, Jl Villa Rivera Blok B-1 Surabaya ini dipenjara bersama orangtuanya, Suwandi Wibowo, warga Jalan Dharmahusada Permai Blok IX Surabaya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin dalam dakwaan menjelaskan, Beny dan Suwandi saat itu mengajukan nota pemesanan sarung merek Wadimor kepada PT Sukorejo Indah Textile (SIT) di akhir tahun 2019 sampai Juni 2020 sebanyak 24.237,83 kodi dengan harga Rp 22.122.947.400.

Terdakwa Beny dan Suwandi kemudian memberikan 5 Bilyet Giro (BG) untuk pembayaran sarung. Namun, pada saat jatuh tempo, ternyata BG dinyatakan bank tidak cukup. Suami dari Yenny Sintawati Purwo ini kemudian memberikan garansi BG bank lain sebagai gantinya, namun tetap saja tidak dapat dicairkan. Sehingga, pemilik usaha PT SIT Mohamad Jamil dirugikan Rp 22.122.947.400.

Sementara, Tanu Hariyadi pengacara terdakwa berdalih kliennya tidak punya niat jahat untuk tidak membayar pesanan sarung. Dia beralasan pembayaran bermasalah karena pandemi. "Posisinya karena covid yang menyebabkan perekonomian terhambat. Itu menyebabkan keterlambatan pembayaran. Bukan dia tidak membayar," dalihnya, Kamis (8/4/2021).

Perkara ini juga menyeret Irwan Suwandi warga Kejawan Utara Blok C4 Surabaya, tidak lain anak kedua dari pasangan Yenny Sintawati Purwo dan Suwandi Wibowo, kakak Beny Prayogi Nyotoraharjo.

Akibat perbuatannya, Suwandi Wibowo, Irwan Suwandi dan Beny Prayogi Nyotoraharjo dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (Am)

Bripka Anang Rachmanto, Bripka Faisal Rahman dan Brigpol Lukfi Rahman, Apa Kabar?
Pasangan Lesbi Dihukum 2 Bulan Penjara