suarahukumcom@gmail.com 0812345678

Redaksi

suarahukum.com - Kasus penculikan bayi yaitu Murni Rahayu (24) dituntut hukuman 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa dari Kejari Tanjung Perak Surabaya. "Menuntut hukuman 5 tahun penjara, denda Rp 60 juta subsider 6 bulan penjara," ujar JPU Irene, saat berlangsung dipersidangan ruang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (17/10/2018). Atas tuntutannya, JPU menilai bahwa terdakwa telah melanggar Pasal 83 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan, UU RI nomor 23...

suarahukum.com - Daniel Damaroy (37) warga Jalan Parang Sarpo, Tlogo Kulon, Semarang, Jawa Tengah dan Dian Priyanto (36) warga Sememi Barat, Surabaya, dua tersangka kasus penyeludupan 50.664 botol minuman beralkohol jalani pelimpahan tahap dua di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, Selasa (16/10/2018). Usai menjalani pelimpahan, kedua tersangka langsung dijebloskan ke Rutan Medaeng. “Benar, hari ini kami menerima pelimpahan tahap dua berupa tersangka dan barang bukti dari...

suarahukum.com - Curi tiga pasang sepatu di pusat perbelanjaan pusat Surabaya, Bouadjadja Abde Hafid (24) dan Sam Photchi (30) Warga Negara Asing (WNA) asal Aljazair harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (16/10/2018). Dalam sidang, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo dari Kejari Surabaya, menjerat pasal 363 Ayat 1 Ke-4 KUHP. "Kedua terdakwa didakwa Pasal 363 ayat 1 Ke-4 KUHP tentang pencurian," katanya. Diketahu dalam berkas dakwaan, terdakwa Bouadjadja...

suarahukum.com - Kasus Ipda Sutinah, Calo Penerimaan Bintara Polri tahun 2017 yang ditangani oleh Polda Jatim, ternyata dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya. Hal itu terkuak saat korban Mimid Achimid (69) mendatangi Propam Polda Jatim, Senin (15/10/2018). Diruang Propam, korban kembali dipertemukan dengan Ipda Sutinah. Tak disangka, perempuan asal Blitar ini menangisi nasibnya. Ibu dua anak ini lagi-lagi mengklaim dirinya tidak merasa bersalah meski sudah meminta uang kepada korban hingga Rp...

suarahukum.com - Upaya menegakkan Perda Kota Surabaya, khususnya wilayah Kecamatan Genteng Pemkot Surabaya patut dipertanyakan. Pasalnya, Camat Genteng lebih memilih mengancam pembongkaran 1 (satu) Pedagang Kaki Lima (PKL) dari pada menertibkan Rumah Hiburan Umum (RHU) yang melanggar peraturan perundangan-undangan. Camat Genteng, Drs. Mahmud Sariadji, M.Si, dalam suratnya Nomor 300/644/4.36/9.7/2018 menyebut, satu PKL binaan Gerakan Putra Daerah (GPD) yang berdiri dibawa jembatan Gubeng Pojok...

Top