Rabu, 06 November 2013 - 20:18:43 WIB

Sidang Pencemaran Nama Baik PT Santos Jaya Abadi

Agenda Pemeriksaan Saksi

ARJUNO, KABARWARTA - Erwin Kusuma(42) terdakwa dalam perkara perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik terhadap para pemegang saham PT. Santos Jaya Abadi, kembali digelar di pengadilan negeri (PN) Surabaya. Rabu(611/2013), dengan agenda pemeriksaan saksi.

Jaksa penuntut umum(JPU) Setyati,SH dari Kejati Jatim kali ini menghadirkan saksi Soedomo Mergenoto selaku Direktur utama(Dirut) PT. Santos Jaya Abadi (SJA)

Dalam keterangannya dihadapan majelis hakim, saksi menerangkan, terdakwa Erwin telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik terhadapnya selaku pemegang saham.“saudara Erwin telah mengirim surat somasi 16 Mei 2012 melalui kuasa hukumnya kepada kami, dan para pemegang saham lainnya PT. SJA, yang isinya mengklaim bahwa Alm. Ahmad Rivai Anwar atau orang tua saudara Erwin masih sebagai pemegang saham 60 saham,” ujar saksi.

"Dalam Somasi juga disebutkan, para pemegang saham telah membuat dokumen fiktif berupa Akta jual beli no 24 dan 25 tanggal 18 mei tahun 1979, mengancam akan melaporkan kepada polisi serta akan melakukan pemeriksaan keuangan PT. SJA jika hak-haknya tidak terpenuhi.  Dia(Erwin) juga memberikan keterangan di media yang intinya kami telah menggelapkan saham,” imbuh Soedomo.

Ketua Majelis hakim Suhartoyo,SH.MH menanyakan kepada saksi,“apakah dengan kejadian ini anda merasa dirugikan,?” ya Pak Hakim”ucap saksi.

"Atas keterangan terdakwa di beberapa media itu, banyak relasi yang meragukan kredibilitas kami khususnya PT. Santos Jaya Abadi,”terang saksi.

Perlu diketahui, perkara ini berawal pada tanggal 16 mei 2012 terdakwa Erwin Kusuma,SH melalui kuasa hukumnya Zulhendri Hasan,SH mengirimkan somasi kepada pemegang saham PT. Santos Jaya Abadi(PT. SJA) iantaranya Indra Boedijono, Soedomo Margonoto, dan Julia Punomo.

Terdakwa Erwin Mengklaim bahwa Alm. Ahmad Rivai Anwar atau orang tua terdakwa masih memiliki saham di PT. SJA. Dalam surat somasi tersebut disebutkan bahwa para pemegang saham telah membuat dokumen fiktif berupa akta jual beli no 24 dan 25 tahun 1979 dengan tujuan untuk menghilangkan hak-hak Alm. Ahmad Rivai Anwar dan meminta para pemegang saham segera memberikan hak-hak kepada Alm. Ahmad Rivai Anwar jika dalam waktu 14 hari setelah surat somasi tidak ada tidak respon dari korban maka akan dilaporkan ke kepolisian dan akan melakukan Audit keuangan.

Namun menurut pelapor dan korban, alm. Ahmad Rivai Anwar sudah tidak punya saham lagi. Karena sahamnya sudah dijual sesuai dengan Akta no 24 dan 25 tanggal 18 mei 1979, sehingga pelapor melapor ke Polda Jatim. Akibat perbuatannya, terdakwa Erwin Kusuma, SH warga Rungkut Harapan Surabaya ini diancam pidana pasal 335 KUHP dan Pasal 310 KUHP. (Hend)

Berita Terkait


0 Komentar :

Kirim Komentar :

BRONIS

Awas! Segerombolan Remaja Diduga Membacok & Merampas di Jalan Tapak Siring Surabaya

Korban Berdarah, Kehilangan Motor & Laptop   TAPAK SIRING, KABARWARTA - Seorang pemuda

Selengkapnya