Rabu, 02 Oktober 2013 - 21:26:53 WIB

Ir. Christina Memalsukan Dokumen PT FKS Multiargo

Kerugian Capai Rp 20, 653 Miliar
 
ARJUNO, KABARWARTA - Ir Christina Hanainul Djihar di meja hijaukan di pengadilan negeri (PN) Surabaya. Rabu(2/10/2013), sebagai terdakwa dalam perkara pemalsuan dokumen, Karena telah merugikan PT FKS Multiargo Cabang Surabaya sebesar Rp 20,653 miliar. 
 
Terdakwa Ir. Christina didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tining, SH dari Kejati Jatim sebagaimana diatur dalam pasal 263 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Dan terancam hukuman pidana penjara enam tahun. 
 
JPU Tining, SH dalam dakwaannya menerangkan, bahwa terdakwa Ir Christina Hanainul Djihar bersama dengan Gunawan Wijaya alias A Kyat, Fx Irwanto, Sri Rahayu Widiastuti, Heni Susanti, dan Sukarni, yang kesemuanya merupakan karyawan PT FKS Cabang Surabaya. Dimana perusahaan tersebut begerak dalam bidang usaha importer dan distributor bahan kedelai. 
 
Terdakwa bersama dengan rekan-rekan yang lainnya, merekayasa pembelian kedelai dari PT FKS Multiargo Cabang Surabaya. Namun kedelai yang dijual dan hendak dibeli oleh konsumen tanpa sepengetahuan dan seijin PT FKS Murltiargo Cabang Surabaya. 
 
Selain itu, harga yang ditawarkan kepada konsumen lebih tinggi dari harga yang ditentukan oleh perusahaan. Sementara untuk pembayaran, tidak melalui rekening perusahaan. Namun pembayaran dari konsumen masuk ke rekening FX Irwanto, dan rekening terdakwa.“Konsumen yang sudah melakukan pembayaran sebanyak 51 konsumen, dengan total pembayaran sebesar Rp 20,653 miliar,”ujarnya. 
 
Terungkapnya perkara ini, setelah perusahaan melakukan audit dan pengecekan terhadap ke 51 konsumen. Dimana hasil dari audit dan pengecekan, bahwa para konsumen ini tidak pernah melakukan pembelian sebagaimana data yang ada di PT FKS Multiargo Cabang Surabaya. 
 
Atas hal tersebut, perbuatan yang sudah dilakukan terdakwa bersama dengan Gunawan Wijaya, FX Irwanto, dan Sri Rahayu Widiastuti, Heni Susanti, dan Sukarni, PT FKS Multiargo Cabang Surabaya mengalami kerugian Rp 20.653 miliar.  (Hend)

Berita Terkait


0 Komentar :

Kirim Komentar :

BRONIS

Wartawan Jadi Korban, Satu Lagi Dosa Polsek Tegalsari Surabaya!

Segerombolan Pemuda Merampas Motor & Barang Berharga Wartawan TEGALSARI, KABARWARTA -

Selengkapnya