Rabu, 26 Juni 2013 - 12:45:08 WIB

Kabid Air Bersih Cipta karya dan Tata Ruang Jatim Harus Diseret Ke Pengadilan

Ketua FPPM Jatim: Diduga Sisa Anggaran Air Bersih Bermuatan Kampanye Pilgub Pakde 2013

SURABAYA, KABARWARTA - Pembangunan air bersih di Madura yang dikerjakan oleh bidang Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur dituding 3 elemen dari Forum Peduli Pemberdayaan Maysarakat (FPPM), Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat) Jatim, dan Paguyupan Arek Suroboyo (PAS) Jatim tidak sesuai dengan pengerjaannya. 

Pembangunan yang dilakukan di Bang Sareh (Ben Sereh) Kecamatan 10 Kabupaten Bangkalan dituding Nur Hasan, Ketua FPPM Jatim tidak sesuai dengan pagu. "APBD itu turun 2012 dengan jumlah Rp 400 juta. Saat kami lakukan sidak dilokasi, dalam pembangunan kami perkirakan sekitar Rp 20 juta, untuk pipa dan bangunan. Sisa uang trus dipakai untuk apa. Kami menduga, sisa dana itu bermuatan kampanye Pilgub Pakde 2013", katanya pada kabarwarta.com menambahkan, jika dalam lokasi pembangunan tidak terdapat papan nama pembangunan. 

Kusnan, Ketua PAS Jatim menambahkan, anggaran proyek Dinas Cipta karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur wajib transparan. "Semua pengerjaan Dinas harus transparan. Media, LSM, dan Ormas harus melakukan pengawasan. Bila terbukti pembangunan air bersih diluar spek, Kepala Bidang Air Bersih Cipta karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur Harus Diseret Ke Pengadilan," tegasnya. 

Informasi lain yang didapat kabarwarta.com, pembangunan air bersih di Ketapang Timur, Sampang menelan anggaran Rp 2 Miliar. Dalam pembangunan tersebut, kondisinya tidak dipakai dengan maksimal, alias mangkrak. 

Sementara, Hari Eko Purnomo (Hep) Kepala Bidang (Kabid) Air Bersih Cipta karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur saat ditemui diruang kerja tidak ada ditempat. "Bapak lagi ada rapat proyek Umbulan dikantor pusat mas," kata Ali dan Agus, petugas jaga pada kabarwarta.com, Rabu (26/6/2013).

Diwakili Siswoyo Staf Cipta karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, informasi keterangan 3 elemen tersebut dibantah. "Anggaran dari sini sekitar Rp 150 juta, itu masih dalam penyelesaian, finising. Kalau ada anggaran Rp 400 juta itu mungkin ada dana lain. Kebetulan jenis kegiatan sama," bantahnya.

Siswoyo juga mengaku jika penggarapan air bersih dilakukan hanya di Bangkalan saja. "Selama ini hanya Bangkalan mas, yang disampang itu selama ini kayaknya tidak ada, kalau ada mungkin diluar kegiatan lain," akunya menjelaskan, air bersih di Madura perlu dapat prioritas khusus. (p)

Berita Terkait


0 Komentar :

Kirim Komentar :

BRONIS

Saksi Persidangan: PT SEE Oil Tak Pernah Terbitkan Surat Jalan

Perkara BBM Ilegal PT SEE Oil ARJUNO,KABARWARTA - Perkara pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM)

Selengkapnya