Sabtu, 19 Januari 2013 - 17:05:39 WIB

Berkas Mantan Bupati Bojonegoro Masuk Tipikor

Korupsi MCL Senilai Rp 2,9 M
 
Ditulis Oleh: F Surya
 
SURABAYA, KABARWARTA - HM Santoso, mantan Bupati Bojonegoro, tak lami lagi berubah statusnya menjadi terdakwa. Pasalnya Santoso diduga telah melakukan korupsi dana eksplorasi Migas Blok Cepu dari Mobile Cepu Limited, perusahaan pengelola Blok Cepu. Terkait kasusnya, berkas perkara yang menjerat terpidana lima tahun penjara dalam kasus korupsi APBD 2007 itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya pekan lalu.
 
Panitera Muda Pidana Khusus Pengadilan Tipikor Surabaya, Suhadak, mengatakan, sidang perkara Santoso akan dipimpin oleh Wakil Ketua PN Suwidya. "Ada lima hakim yang akan menyidangkan Santoso," ucapnya. Jaksa yang mengajukan perkara ini ke pengadilan adalah jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

Dikatakan Suhadak, sidang perkara Santoso akan digelar pekan depan. "Hari apa pastinya saya belum menerima ketetapan dari Ketua PN. Yang jelas sebelum tanggal merah (Kamis pekan depan,red)," jelasnya. Suhadak juga menambahkan, selain Santoso, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Bambang Santoso, juga akan disidang dalam perkara sama.

Duo Santoso ini didudukkan sebagai pesakitan karena diduga melakukan penyelewengan dana dari MCL ke Pemkab Bojonegoro sebesar Rp3,8 M, untuk keperluan pembebasan lahan. Dana diberikan MCL Berdasarkan MoU antara Pemkab dengan MCL bernomor 188/04/412.12/2007 tanggal 16 Mei 2007, ditandatangani Bupati Bojonegoro, Santoso, dan Brian D. Boles, Presiden and General Manager MCL.
 
Sesuai UU No 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 13/2006 tentang Pedoaman Pengelolaan Keuangan Daerah, seharusnya uang dari MCL tersebut dimasukkan ke rekening kas daerah (Kasda). Tapi, oleh Santoso dana dimasukkan ke rekening Tim Koordinasi dan Pengendali Pembebasan Tanah untuk keperluan MCL. Tim ini diketuai Wakil Bupati Bojonegoro Talhah. Adapun Santoso (terdakwa 1) bertindak selaku Pelindung, sementara mantan Sekda Edi Santoso (terdakwa 2) sebagai Ketua I.
 
Rencana waktu itu, dana MCL dibagi-bagi sebagai honorarium Muspida koordinator kabupaten, kecamatan, hingga desa, dan untuk operasional rapat dan perjalanan dinas. Berdasarkan nota dinas, Santoso selaku bupati memberikan disposisi kepada Sekretaris I tim, Kasmoeni, serta memerintahkan untuk mencairkan dana bantuan MCL sebesar Rp3,8 miliar dari rekening giro Bank Jatim cabang setempat. Setelah cair dana kemudian dibagi-bagi ke sejumlah oknum.

Berdasarkan berkas perkara, Santoso diduga menikmati uang tersebut sebesar Rp957 juta, Bambang Santoso kebagian Rp85 juta, mantan Kepala Sat Pol PP Edi Santoso Rp412 juta lebih,  mantan Kabag Perlengkapan Sekretaris Daerah Muftuchin Rp154 juta lebih, dan mantan Kabag Keuangan kecipratan Rp300 juta. Sisanya, Rp1.149.120.000  miliar diduga dibagi-bagi ke oknum  pejabat Pemkab Bojonegoro lainnya.

Suhadak menjelaskan, kedua terdakwa perkara ini dijerat dengan dakwaan pasal 2 jo. pasal 18 UU Tindak pidan korupsi jo pasal 55 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Ancaman hukuman pasal ini maksimal 20 tahun penjara.(Ns/Red/Wid)

Berita Terkait


0 Komentar :

Kirim Komentar :

BRONIS

Sidang Perdana Jandri Onasis, Perkara Dugaan Pemalsuan Kurator

Terancam Pasal 263 & 266 KUHP Pidana   ARJUNO, KABARWARTA - Sidang perdana

Selengkapnya