Yulihanes Pengusaha Madiun Didakwa Penipuan

Yulihanes (kiri)

Yulihanes Pengusaha Madiun Didakwa Penipuan

suarahukum.com - Yulihanes Direktur CV Dunia Ban di Jalan Diponegoro Kota Madiun harus duduk dipesakitan an Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (16/12/2020) kemarin. Dalam agenda putusan sela, Ketua Majelis Hakim I Ketut Suharta meminta agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darmawati Lahang melanjutkan pemeriksaan perkara Nomor 2391/Pid.B/2020/PN.Sby.

Meski demikian, JPU Darmawati Lahang tidak melakukan penahanan terhadap Yulihanes terdakwa yang dijerat Pasal 378 KUHP. JPU dari Kejati Jatim ini berdalih tidak ditahannya terdakwa karena Covid-19. "Gak tau, pihak Rutan tidak menerima," dalihnya.

Untuk diketahui, dalam dakwaan dijelaskan, Yulihanes sekitar bulan Maret sampai dengan Juni di tahun 2018, bertempat di PT Ria Santosa Jaya Surabaya jalan Semut Kali Surabaya, mengambil oli motor roda dua. Perusahaan distributor oli roda dua yang digawangi oleh Richard Susanto ini percaya karena terdakwa sudah menjadi langganan sejak tahu 2013.

Karena percaya, terdakwa memesan oli kepada Richard Susanto melalui nomer telepon. Namun, hingga tagihan Rp 3.385.799.648, terdakwa selalu berjanji dan juga tidak membayarnya.

Sementara, kepada suarahukum.com, Krisna Budi Tjahyono kuasa hukum terdakwa Yulihanes mengaku, perkara ini merupakan perdata bukan pidana. "Awalnya Rp 5,6 miliar, setelah sudah dibayar sekarang tinggal Rp 3,3 miliar. Artinya tidak ada etikat untuk tidak bayar dari terdakwa, dan ini utang piutang murni, bukan penggelapan atau penipuan. Perjajiannya kan lisan, saya jual kamu bayar. Kalo belum terbayar kan berarti utang," urainya. (Am)

Bandar Sabu 10 Kg di 810
Polisi BAP Manajemen Phoenix Club & Singing Hall