Vonis 10 Bulan, Penganiaya Wartawan Tidak Ditahan

Vonis 10 Bulan, Penganiaya Wartawan Tidak Ditahan

suarahukum.com - Meski dinyatakan bersalah telah menganiaya wartawan Nurhadi, dua oknum polisi yakni Bripka Purwanto dan Brigadir Muhammad Firman Subkhi tidak dilakukan penahanan.

Padahal, dalam surat tuntuan Perkara No 1917/Pid.Sus/2021/PN Sby yang dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU), kedua terdakwa hurus dipenjara. "Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Purwanto, dan Terdakwa Muhammad Firman Subkhi, SH dengan pidana penjara masing masing selama 1 tahun dan 6 bulan, dengan perintah para terdakwa ditahan," tulisnya.

Alasannya, kedua terdakwa melanggar pasal 18 ayat (1) UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, juncto pasal 55 ayat (1) KUHP, serta pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 UU Pers.

Begitupun Ketua Majelis Hakim M Basir saat membacakan amar putusannya, meminta agar kedua terdakwa ditahan. "Mengadili menyatakan terdakwa Purwanto dan Muhammad Firman Subkhi terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana pers secara bersama sebagaimana dakwaan pertama dengan pidana penjara 10 bulan," ungkapnya, di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (12/1/2022).

Selain divonis 10 bulan penjara, keduanya diwajibkan membayar restitusi kepada korban Nurhadi sebesar Rp 13.813.000 dan kepada saksi kunci Muhammad Fahmi sebesar Rp 21.850.000.

Sementara, atas putusan tersebut JPU Winarko dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, menyatakan pikir-pikir. "Pikir-pikir," ucapnya.

Kepada suarahukum.com, JPU Winarko mengaku tidak ada penjara lantaran Pasal yang didakwakan terhadap kedua terdakwa lemah untuk dilakukan penahanan. "Putusan tidak ada perintah ditahan, (dalam) Pasalnya kan enga bisa di tahan," dalihnya. (Am)

AJI: Sebuah Ancaman Bagi Insan Pers
Pakar: Putusan Penganiaya Wartawan Mengambang