Uang Korupsi Icraht Dikembalikan ke Pemkot Surabaya

Uang Korupsi Icraht Dikembalikan ke Pemkot Surabaya

suarahukum.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, M Teguh Darmawan, SH, MH menyerahkan uang pengganti hasil perkara korupsi dana hibah 2014 atas putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau incraht.

Uang tersebut berasal dari Vicky Bagus Tafakur (27) dan Bagus Prasetyo Wibowo (26) tersangka kasus hibah Pemkot Surabaya tahun anggaran 2014. Keduanya ditahan karena diduga menggelembungkan harga pembelian mesin digital printing, senilai Rp 330.370.000.

“Vicky Bagus Tafakur dan Bagus Prasetyo Wibowo yang telah divonis 1,6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Surabaya dan telah memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Teguh Darmawan di Kejari Surabaya, Kamis (15/02/2018).

Tak hanya Pemkot Surabaya saja, Teguh juga menyerahkan hasil penyelamatan uang negara sebesar Rp 554.956.000 dari Kasus korupsi pengadaan fiktif barang dan jasa ditubuh Bawaslu Jatim yang diterima oleh Supratikno, Komisioner Bawaslu Jatim.

“Kini Aris Rahmadin tersangka dalam kasus ini sedang menjalani hukuman di Rutan Medaeng, Dia dihukum 1 tahun dan 3 bulan penjara oleh Pengadilan Tipikor dan putusannya juga sudah berkekuatan hukum tetap,”sambung Teguh.

Yang terahkir, Kajari menyerahkan uang hasil korupsi ditubuh BPR Jatim Rp 149.058.368 dengan tersangka Bagus Priambodo Basuki dan Novan Ari Wicaksono (32), warga Jombatan, Jombang. Uang pengganti atas kerugian negara itu diserahkan Kajari Surabaya, Teguh Darmawan dan diterima oleh Pimpinan BPR Jatim Cabang Surabaya, Ani Sukmawati.

“Dan sesuai putusan Pengadilan Tipikor, Novan membayar uang pengganti 100 juta rupiah dan Bagus Priambodo Basuki membayar Rp 49.580.500,” terang Teguh Darmawan.

Dalam sambutannya, Teguh mengatakan, Kejaksaan berkomitmen bukan hanya memenjarakan para pelaku korupsi saja, tapi bagaimana bisa menyelamatkan uang negaranya. “Selain tupoksi sebagai eksekutor yang tertua dalam undang-undang dan KUHAP, Jaksa juga sebagai pelaksana putusan yang berkekuatan hukum tetap dan kami bukan hanya eksekusi badan saja tapi juga uang pengganti,” papar Teguh.

Usai menerima penyerahan uang tersebut secara simbolis, Tri Rismaharini, Perwakilan Bawaslu dan BPR Jatim diminta untuk segera menyetorkan ke kas negara.

“Kami sangat berterima kasih pada Kajari Surabaya dan seluruh jajarannya karena telah membantu menjalankan roda pemerintahan Kota Surabaya terutama penyelamatan aset dan uang yang saya terima ini akan segera kami setorkan ke Kas Negara,” kata Tri Rismaharini saat memberikan sambutannya dengan disambung pemberian cindera mata pada Kajari Surabaya. (Am)

Ini Kendala Kejati Jatim Ungkap P2SEM
Pemilik Merica Oplosan Cap Dua Lombok Disidang