Tukang Rombeng Nyambi Calo CPNS

Tukang Rombeng Nyambi Calo CPNS

suarahukum.com - Supriadi, tukang rombeng (pencari barang bekas) yang menjanjikan lolos Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), akhirnya disidang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adhiem Widigdo dari Kejari Tanjung Perak Surabaya, Rabu (8/5/2019).

Dipersidangan JPU Adhiem Widigdo mendakwa terdakwa dengan perkara penipuan. "Terdakwa Supriadi didakwa dengan pidana dalam Pasal 378 KUHP tentang penipuan," katanya dihadapan Ketua Majelis Hakim Dede Ferdiman, diruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dijelaskan dalam dakwaan, berawal saat Saksi Arifin (korban) Perak Surabaya, berkunjung ke rumah Supriadi di Jombang, pada November 2014. Setelah lama ngobrol disaat itulah kepercayaan muncul, Saksi Arifin percaya kepada terdakwa Supriadi yang waktu itu mengaku memiliki banyak teman pejabat di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) saksi Arifin segampang itu menyetorkan uang sebesar Rp 50 juta, agar dapat menjadi PNS.

Supriadi yang mengaku bisa menjadikan seseorang sebagai PNS Kabupaten Jombang dengan jalur kebijaksanaan. Dan meminta syarat pembayaran Rp 50 juta dan menyerahkan persyaratan administrasi tanpa melalui tes.

Arifin yang tertarik lalu mendaftarkan Ahmad Ridwan. Dia adalah anak Painah, teman Arifin. Selanjutnya, Arifin mentransfer uang Rp 50 juta ke Supriadi melalui bank.

Dia juga menyerahkan sejumlah dokumen lain yang menjadi persyaratan. Supriadi pada 2 Januari 2015 lalu memberikan selembar fotokopi surat pengangkatan CPNS atas nama Ahmad Ridwan untuk ditempatkan di Pemkab Jombang.

Terdakwa juga janji SK CPNS yang asli akan dikirim melalui BKD Jombang paling lama enam bulan. Namun setelah dicek di database BKD Jombang tidak ada nama korban dalam daftar CPNS yang diangkat. Akibat perbuatan Supriadi, korban mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta. (Am)

Dua WNA Malaysia Dituntut 20 Tahun Penjara
Kasus Sabu, Bapak Meninggal Dunia, Anak Dihukum 5 Tahun Penjara