Truk Kepresidenan Diduga Buat Mencuri Kayu

Truk Kepresidenan Diduga Buat Mencuri Kayu

suarahukum.com - Polres Pasuruan telah menangani dugaan kasus pencurian pohon Sonokeling yang berada di Desa Cowek, Kacamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Awalnya pohon sonokeling berukuran besar itu dipotong oleh sejumlah orang, kemudian diangkut menggunakan truck plat merah milik Rumah Tangga Kepresidenan. Alhasil ketika Sonokeling mau diangkut, petugas kepolisian keburu menghentikan aksi dugaan pencurian itu. Setelah dihentikan, polisi mengamankan barang bukti tersebut.

Kanit IV Tipidter Polres Pasuruan, Ipda Indra Yudha membenarkan kasus pemotongan pohon sonokeling itu masih di tangani Polres Pasuruan. Untuk saat ini, kasusnya dalam proses penyelidikan. Yang jadi kendala saat ini, soal status tanah tempat berdirinya pohon itu. Punya perseorangan atau Perhutani. Untuk itu kita nunggu hasil dari BPN, biar tau status kepemilikan lahan itu.

"Jadi untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan tentang status kepemilikan lahan tersebut. Kami sudah mengamankan barang bukti Sonokeling. Dan kami juga tengah melakukan pemeriksaan ke sejumlah orang," ungkap Ipda Indra.

Sementara, Administatur Perum Perhutani KPH Pasuruan, Ida Jatiyana, menyatakan bahwa pohon Sonokeling tersebut berada di wilayah kerjanya. Kepemilikan ini didasarkan atas peta kerja berita acara tapal batas (BATB) Perhutani.

“Kami sudah berkirim surat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk meminta validasi batas lahan. Sampai saat ini masih dilakukan pengukuran ulang lahan. Seandainya pemotongan ini benar terjadi masuk dilahan wilayah perhutani, maka nanti tindakanya masuk ilegal loging. Yang jelas nanti batas lahan tersebut masi di lihat oleh BPN. Mengenai usia pohon sonokeling yang dipotong itu sekitar 60 tahun. Untuk jenis sonokeling tergolong Apendik atau Bukan, itu wewenangnya BKSDA yang bisa menjawab.

Menurutnya, selama ini tidak pernah ada sengketa lahan di perbatasan areal lahan Perhutani. Karena ada warga yang mempersoalkan batas lahan, pihaknya meminta validasi BPN atas status lahan tersebut," terangnya. (Mat)

9 Orang Positif Corona, PN Surabaya Lockdown
Jual Lutung, Samsudin Dituntut 15 Bulan