TO yang Dilepas Ipda Farri Leoki Ngaku Jual Sabu di Warung Kopi

TO yang Dilepas Ipda Farri Leoki Ngaku Jual Sabu di Warung Kopi

suarahukum.com - Penangkapan bandar narkoba, MN warga Kalilom Surabaya yang dilepas Kanit Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ipda Farri Leoki menuai banyak tanya?

Dari berbagai informasi yang ada, MN merupakan residivis narkoba yang pernah ditangkap Polrestabes Surabaya, 2010 silam, dan menjalani hukuman kurang lebih 3 tahun penjara. Pertengahan tahun 2016, bandar sabu MN juga pernah kisruh dengan salah satu preman Diskotik Station. Tidak heran, jika MN sempat jadi buruan preman dan polisi.

Kamis (16/11/2017), MN kembali ditangkap. Namun, penangkapan target operasi (TO) sia-sia dan memalukan, karena polisi tidak menemukan barang bukti. "Percuma digeledah tidak ada sabu komandan, Saya sudah tiga bulan ini tidak lagi menjual sabu," akunya MN kepada Ipda Farri.

Tidak percaya begitu saja terhadap pengakuan bandar MN, polisi lalu melakukan introgasi dengan cara cepat. Saat itu MN mengaku telah menjual sabu-sabu di warung kopi dekat tempat tinggalnya. Bahkan, poketan sabu berserta timbangan elektrik, dibungkus dalam plastik warna hitam disimpan dalam rumah bibinya, jalan Bulak Banteng Suropati 4-A.

Mendengar pengakuan MN, Ipda Farri Leoki lalu berkoordinasi dengan Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk menggerebek rumah Bibi MN di Bulak Banteng Suropati 4-A. Tujuannya, agar tidak ada kejadian terhadap pelaku dan anggotanya.

"Saya minta bantuan unit Sabara, takutnya ada perlawanan sehingga nantinya ada korban," ucapnya kepada suarahukum.com dengan menunjukan foto pengerebekan, Rabu (22/11/2017).

Sesampainya di rumah Bibi, suasana lokasi banyak warga yang melihat. Dan saat digeledah, lagi-lagi polisi tidak menemukan satu poket sabu dan timbangan. Saat diintrogasi, pelaku dengan enteng menjawab, "mungkin hilang atau dicuri orang" kata MN pada Ipda Farri Leoki.

Kesal dan malu tidak menemukan barang bukti sabu dan timbangan elektrik, MN kemudian dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya guna melakukan penyelidikan. "Setelah melakukan penyidikan dan tes urine terhadap MN, ternyata dinyatakan negatif narkoba. maka pelaku kami pulangkan," dalihnya, pemulangan MN, diyakini Ipda Farri Leoki tidak ada bumbuhan uang 86. (Tok)

Bandar Narkoba asal Bandung Dituntut Seumur Hidup
Proyek Gorong-gorong CV Setiawan Bunda Bermasalah