Tim RHU Pemkot Surabaya Takut Preman 136?

Polsek Genteng?

Tim RHU Pemkot Surabaya Takut Preman 136?

suarahukum.com - Petugas lapangan Satpol PP dan Linmas Kota Surabaya dalam menindak Rekresasi Hiburan Umum (RHU) dikabarkan ada takutnya dengan preman. Hal itu terkuak saat razia kecele di Rekresasi Hiburan Umum (RHU) Depot 136 Kusuma Bangsa Surabaya.

Karena ada beking preman, depot atau restoran lantai 3 berkonsep karaoke didominsi menjual minuman beralkohol dan menyajikan ladies escort (LC) seenaknya buka saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Anggota Satpol PP banyak yang kenal preman 136, jadi engga berani. Kecuali diperintahkan Kasatpol PP (Eddy Christijanto) baru kami bertindak,” jelas salah satu petugas Satpol PP Kota Surabaya saat merazia Pedagang Kaki Lima (PKL).

Kasatpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto kepada suarahukum.com mengaku, RHU yang jual minuman beralkohol ataupun minuman keras tetap tidak boleh buka. "Walapun sampai jam 7 malam, akan saya tindak dan izin dicabut," tegasnya.

Sementara, Polsek Genteng tak jauh dari lokasi pantauan Depot 136 Kusuma Bangsa pun demikian. Terkesan ogah-agahan menindak tegas RHU 136 yang buka dari siang hingga jam 19.00 Wib. “Kami cek dulu,” singkat Kanit Reskrim Iptu Sutrisno kepada suarahukum.com.

Ada dugaan, beking 136 juga jadi perhitungan Polsek Genteng. Benarkan demikian?

Sebelumnya, Kasatpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengaku tidak akan tebang pilih menindak RHU yang buka saat PPKM berlangsung. Namun, ucapan dan tindakannya tidak sesuai. Terbukti, anggotanya Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Piter Frans Rumaseb dan Komandan Bataliyon Wahyu Prasetya Yanottama diketahui mabuk-mabukan saat PPKM berlangsung. (M12)

Kecele, RHU 136 Kusuma Bangsa Dirazia Saat Tutup
Akhirnya Penegak Perda Berani Tutup RHU 136