Tiga Penipu ATM asal Makasar Diadili

Tiga Penipu ATM asal Makasar Diadili

suarahukum.com - Tiga terdakwa penipuan ATM diantaranya yakni Yahya Rachim alias Romli, Muhammad Fachrizal alias Rendi alias Awang, dan Nasir alias Ramli. Duduk jadi pesakitan diruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (12/3/2018).

Ketiga terdakwa yang tergolong penipu kelas berat asal Makasar ini, dipersidangannya menjalani agenda dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya. "Ketiga terdakwa didakwa Pasal 378 KUHP Jo pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP," ujar jaksa yang akrab disapa Parlan, saat sidang berlangsung.

Dalam pengakuannya ketiga terdakwa tersebut sudah menjalani aksinya 15 tahun lamanya. “Sudah 15 tahunan. Saya pegang kartu ATM milik korban dan saya tutupi dengan handphone. Saat korban lengah, saya tukar kartu ATM milik korban dengan kartu ATM milik saya yang tidak ada isinya,” ujar terdakwa Muhammad Fachrizal didengar Hakim Anne Rusiana.

Sebelum menukar kartu ATM, terdakwa Fachrizal bermodus mengaku pengusaha kaya yang hendak mengajak korban bekerja sama.

Saat korban mulai tertarik, dari situlah terdakwa Fachrizal mulai menunjukkan keahlian tangannya. Secepat kilat, terdakwa Fachrizal langsung menukar ATM korban yang berisi saldo puluhan juta.

Pada sidang tersebut, namun jaksa Parlan tidak bisa menghadirkan saksi korban. Karena sedang sakit keras. “Saksi korban tidak bisa hadir, saya mohon agar keterangan saksi di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dibacakan,” kata jaksa Suparlan.

Diketahui, setelah menjalani aksinya di beberapa pulau dan kota-kota besar selama 15 tahun di dunia penipuan. Kini ketiga terdakwa akhirnya ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya. Tiga penipu asal Makassar itu dibekuk setelah terbukti menjadi pelaku penipuan dengan modus berpura-pura menjadi importir. sejumlah komoditas di berbagai kota. Barang bukti yang diamankan diantaranya, 9 handphone, 9 sim card, 12 kartu ATM milik para korban, dan 3 kartu ATM milik pelaku.

Para terdakwa tercatat di sejumlah kota, seperti Jakarta, Bali, Makassar, dan Surabaya. Di Surabaya sendiri setidaknya sudah ada empat korban kejahatan atas perbuatan para terdakwa.

Aksi mereka yang terakhir di kawasan Ngagel Jaya Tengah, Gubeng. Mereka digerebek di sebuah hotel di kawasan tersebut setelah menipu Saldiman Riyadi, pengusaha asal Banjarmasin pada Desember 2017.

Sindikat tersebut beranggotakan empat orang yang memiliki peran masing-masing. Yahya berperan sebagai pengusaha udang. Lantas, Fachrizal berpura-pura sebagai kontraktor asal Brunei. Nasir dan seorang buron lainnya yaitu IR berperan sebagai sopir para pelaku.

Agar korban tidak curiga, mereka menyewa apartemen, hotel, mobil, dan sejumlah barang pendukung lainnya agar para korbannya semakin yakin. (Am)

Wartawan dan Hakim PN Surabaya Dukung Polri Musnahkan Hoax
Koruptor Jual Beli Jabatan Nganjuk Diganjar 2 Tahun