Tersiar Terdakwa Sabu Korea Bebas, Hakim: Ya bisa begitulah

Tersiar Terdakwa Sabu Korea Bebas, Hakim: Ya bisa begitulah

suarahukum.com - Tersiar kabar jika pada putusan nanti, terdakwa Park Hae Jin (44) dan Park Insung alias Justin Park (38), yang disidang dalam berkas terpisah akan dibebaskan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai oleh Pujo Saksono.

Pada suarahukum.com, Pujo tidak membantah namun juga tidak membenarkan. "Ya bisa begitu lah... Kita lihat vonisnya saja nanti. Kita juga butuh musyawarah pada hakim-hakim yang lain," katanya diruang kerjanya, Senin (8/1/2018).

Menurut Pujo, masyarakat saat ini sudah pintar dan menilai soal keadilan. "Masyarakat saja yang bisa menilai adil tidak kalau diputus berat," akunya jika barang bukti terdakwa Park Hae Jin, bukan 5 gram, melainkan nol koma.

Kabar miring tersebut tersiar lantaran, salah satu pengacara Park Hae Jin menyebut pernah dimintai uang oleh oknum Kejaksaan Tanjung Perak, Surabaya tidak lebih Rp 500 juta. Uang sebesar itu diberikan agar kasusnya dipermudah saat persidangan. Namun kabar miring tersebut ditampik Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya, Jaksa Farkhan Junaedi.

Untuk diketahui, terdakwa Park Hae Jin (44) asal Korea, dalam perkara No 2770/Pid.Sus/2017/PN SBY disidang oleh Jaksa Farkhan Junaedi. Dijelaskan dalam dakwaan, saat penangkapan, polisi menemukan barang bukti berupa dua poket sabu berat sekitar 0,46 gram dan 0,64 gram beserta bungkusnya, sebuah buah pipet kaca yang masih ada sisa sabu dengan berat sekitar 3,56 gram, dan seperangkat alat hisap sabu. Meski hampir 5 gram sabu ditemukan, Pasal 127 tetap dipaksakan.

Meski demikian, Jaksa Farkhan Junaedi tetap menuntut Park Hae Jin dengan hukuman 8 tahun penjara, denda Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan.

Terdakwa Park Hae Jin ditangkap atas nyayian terdakwa lain Park Insung alias Justin Park (38) (berkas dipisah perkara No 2771/Pid.Sus/2017/PN SBY) yang disidangkan Jaksa Agung Rokhaniawan. Park Insung sendiri ditangkap anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya di Tower A Apartemen Water Place, unit 2512 Surabaya, Kamis (15/6/2017) malam.

Dianggap bersalah, Jaksa Agung Rohaniawan menuntut Park Insung dengan hukuman 7 tahun penjara. (Am)

Hajar Begal, Motor Hilang
Pencuri Susu Formula dan Sampo Botol Diganjar 1,5 Tahun Penjara