Terdakwa Sabu Diputus 1 Tahun Penjara, Jaksa Lupakan Tuntutannya

Terdakwa Sabu Diputus 1 Tahun Penjara, Jaksa Lupakan Tuntutannya

suarahukum.com - Edwindiartika Andika Anugrah, terdakwa yang terjerat Pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, oleh Ketua Majelis Hakim Anton Widyopriyono diputus dengan hukuman selama 1 tahun penjara.

"Menjatuhkan hukuman selama 1 tahun penjara," ujar hakim Anton, saat sidang yang beragenda tuntutan dan putusan, diruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (20/3/2018).

Mendengar putusan hakim, usai berunding dengan kuasa hukumnya, terdakwa menyatakan untuk menerimanya. "Saya terima majelis," singkat terdakwa Edwin.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa menyatakan pikir-pikir. "Pikir-pikir majelis," singkat Irene.

Pada suarahukum.com, Jaksa Irene Ulfa menyatakan pikir-pikir karena lupa dengan tuntutannya. "Saya pikir-pikir karena lupa dengan tuntutan saya berapa," katanya, sambil berfikir.

Setelah ingat terdakwa dituntut 7 tahun penjara, Irene kemudian mengaku akan melakukan upaya hukum kasasi. "Insyaallah ke upaya hukum kasasi," pungkasnya.

Terpisah, Suparlan kuasa hukum terdakwa merasa keberatan atas hukuman hakim tersebut. "Yang ditemukan hanya pipet dan korek apik, dan BBnya gak ada. Harusnya dibebaskan," tegasnya.

Diketahui dalam dakwaan, berawal saat anggota Polrestabes Surabaya, mendapat informasi dari masyarakat apabila didalam rumah yang beralamatkan di Perumahan Pondok Jati II Blok BM No. 11, Kec Buduran, Sidoarjo, sering terjadi penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Dengan tim kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut, dengan dilengkapi surat perintah tugas Nomor : Sprin-Gas/ 426/ IX/ 2017/ Satresnarkoba tanggal 19 September 2017, lalu dilakukan penggeledahan di dalam rumah terdakwa dan ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu didalam pipet kaca dengan berat 2,35 gram berat alat hisapnya. (Am)

Jual Sabu, Penjual Soto Curhat Anaknya juga Dipenjara
Pelaku Spamming dan Carding Kartu Kredit Bobol Rp 500 Juta