Terdakwa Firdiat Firman Menolak Jadi Saksi Djarwo dan Nonik

Firdiat Firman yang tidak berkacamata, saat menunggu panggilan sebagai saksi.

Terdakwa Firdiat Firman Menolak Jadi Saksi Djarwo dan Nonik

suarahukum.com - Sidang perkara Pelindo III, terdakwa Sudjarwo dan Mieke istrinya kembali dilanjutkan, kali ini persidangan dengan agenda 4 saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Katrin dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya.

Dalam persidangan berlangsung di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (26/4/2017), salah satu saksi terdakwa Firdiat Firman selaku mantan Direktur PT Angkara, menolak menjadi saksi.

"Saya tidak bersedia memberikan kesaksian yang mulia," ucap Firdiat Firman, dihadapan Majelis Hakim Maxi Sigarlaki, sesaat diambil sumpahnya.

Mendengar pernyataan saksi, hakim spontan bertanya pada saksi Firdiat Firman. "Atas dasar apa saudara menolak menjadi saksi," tegas hakim, pada terdakwa.

"Karena saya ada hubungan saudara, dengan kedua terdakwa, beliau adalah kakak ipar saya," jawab Firdiat Firman.

Keempat saksi yang dihadirkan oleh JPU yakni, Direktur Operasi dan pengembangan bisnis PT Pelindo III Rahmat Satria, David Hutapea (67), Aguosto Hutapea (43) Direktur PT Angkara, Firdiat Firman (56).

Diketahui dalam dakwaan subsider, pasangan suami istri (pasutri) ini didakwa melanggar Pasal 368 ayat 1 KUHP Tentang pemerasan juncto pasal 55 KUHP.

Sedangkan dalam dakwaan primer, mereka didakwa melanggar Pasal 2 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Terbongkarnya pungli liar Dwelling Time di tubuh Pelindo III ini, berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Mabes Polri terhadap Direktur PT Akara Multi Karya, Augusto Hutapea, awal November 2016. Augusto adalah rekanan PT Pelindo III itu ditangkap saat diduga mengambil uang pungli dari importir.

Uang pungli juga mengalir ke pejabat Pelindo III lainya. Atas pengakuan itu, penyidik akhirnya bergerak dan menggeledah ruang kerja Direktur Operasional Pelindo III, Rahmat Satria.

Kasus ini akhirnya melebar ke mantan Direktur Utama PT Pelindo III, Djarwo Surjanto, dan istrinya, Mieke Yolanda.

Pungli ini diduga berjalan sejak 2014 hingga 2016 dan memperkaya para terdakwa hingga miliaran rupiah. (Am)

Residivis Narkoba & Jambret, Ditangkap Karena Curi Burung
Operasi Bina Kusuma Jaring Anak-anak di Joker Pub & Bar