Temannya di 810, Pasutri ini Edarkan Narkoba

Temannya di 810, Pasutri ini Edarkan Narkoba

suarahukum.com - Jadi pengedar ribuan narkoba jenis sabu dan ekstasi (Ineks), pasangan suami Istri (Pasutri), Nizar Ade Irawan (22) asal Mojokerto dan Melissa (27) asal Sidoarjo terpaksa duduk dipesakitan ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (16/11/2017).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Farkhan dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya saat membacakan dakwaan, didengar Ketua Majelis Hakim Sifa' Urasyidin. "Bahwa terdakwa Melisa dan Nizar Ade Irawan, melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika secara tanpa hak atau melawan hukum," jelasnya saat sidang berlangsung.

Diketahui dalam dakwaan, Sabtu (26/8/2017), Satreskoba Polrestabes Surabaya setelah mendapat informasi adanya transaksi narkoba skala besar, langsung melakukan pemantauan dan penyelidikan. Saat itu yang menjadi target utama, yakni Zandi Davidson warga Ikan Cakalang, Tambakrejo, Waru Sidoarjo.

Saat itu, Zandi menghubungi terdakwa Melissa melalui blackberry, jika ada pesanan narkoba skala besar dari buronan Berto, 500 gram. Melissa pun menyetujuinya dan sepakat bertemu di alun-alun Sidoarjo.

Setelah bertemu, dibelakang kantor DPRD Jl Dr Soetomo Sidoarjo, Zandi membuka jok sepeda motornya, kemudian mengambil 15 bungkus Ineks untuk diserahkan kepada Melissa. Terdakwa saat itu dibonceng suaminya, Nizar Ade Irawan.

Tidak ingin transaksi gagal, polisi lalu menyergap para tersangka. Karena kaget, Zandi berupaya melawan dan kabur. Namun pelariannya gagal, Zandi langsung ditembak mati polisi (810).

Pada penangkapan dan penggeledahan terhadap Melissa dan Nizar, polisi mengamankan barang bukti 1 unit Honda Scoopy, 15 poket plastik Ineks warna hijau dan orange sebanyak 1424 butir dengan berat keseluruhan + 500 gram, dan 1 bungkus lakban hitam yang didalamnya berisi sabu berat + 12,30 gram.

Selanjutnya, dilakukan penggeledahan di rumah kontrakan kedua terdakwa tersebut, di Dusun Jagil Rt 2 Rw 9 Kel Gambiran Kec Prigen, Pasuruan. Polisi mendapatkan barang bukti 1 bungkus sabu 100,36 gram beserta bungkusnya, 1 bungkus sabu 1,26 gram, 2 bendel plastik klip, 1 timbangan elektrik serta buku transaksi jual beli narkotika, didalam lemari pakaian Melissa.

Terdakwa Nizar berperan sebagai pengantar barang kepada pembeli narkotika, dengan upah sebesar Rp 200 ribu setiap pengantaran. Sedangkan Melissa mendapatkan upah sebesar Rp 2 juta dari Berto setiap kali mengambil barang pesanan dari Zendi, dan terdakwa Nizar mendapat upah Rp 500 ribu.

Melissa pada polisi mengaku, terakhir melakukan penjualan narkotika, sebanyak 50 gram beserta bungkusnya dibawah Tiang Listrik Jl Gempol Sidoarjo, Rabu (23/8/2017) dan Sabtu (26/8/2017) sebanyak 8 gram.

Akibat perbuatannya, kedua terdakwa di dakwa Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Am/Ar)

4 Koruptor Bank Jatim Segera Disidang
SPDP Pungli Imigrasi Sudah Diterima Kejaksaan