Tagih Hutang, Anis Roga dkk Peras Bos Properti Rp 20 Juta

Tagih Hutang, Anis Roga dkk Peras Bos Properti Rp 20 Juta

suarahukum.com - Karena dianggap peras pengusaha properti, Stanislous Koska Rani alias Anis Roga (45) asal Flores bersama 7 kawannya diadili oleh Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi, di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (10/7/2019).

Mereka adalah Donatos Kato (56) asal Flores, Maurice Yusak Katipana (28) asal Kupang, Marthinus Penu (37) asal Kupang, Melkisedek Luys Djawa (37) asal Sumba. Dan tiga tersangka dalam berkas terpisah diantaranya Melkilanius Alexander Lawen, Roni Frieds, Hendrik Baron Patikawa.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya, para terdakwa didakwa pasal perampasan kemerdekaan seseorang. "Pasal 333 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang perampasan kemerdekaan seseorang termasuk penyekapan," katanya, Rabu (10/7/2019).

Diketahui dalam dakwaan, bahwa Anis Roga bersama tujuh kawannya, Jumat tanggal 12 April 2019 sekira pukul 18.00 Wib sampai dengan hari Sabtu tanggal 13 April 2019 sekira pukul 01.00 Wib di Kantor PT Berkat Jaya Land Jl. Darmo Hill Surabaya melakukan penyekapan terhadap korban, Jimmy Wijaya.

Anis Roga mengaku, mendapat kuasa dari Hengky Tjowasi untuk meminta kembali uang pembelian 3 unit rumah di Royal City Menganti Gresik sebesar Rp. 1.324.440.000. Alasan uang diminta lagi, karena sampai saat ini rumah belum terealisasi, padahal sudah dibayar lunas sejak tahun 2017.

Saat itu Jimmy menyatakan belum ada uang untuk mengembalikan uang, namun para terdakwa memaksa dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan menggebrak meja serta mendorong-dorong korban Jimmy agar mau mengembalikan uang saat itu juga.

Selain itu terdakwa Anis Roga juga mencekik leher korban dan para terdakwa mengancam kepada korban apabila tidak mau mengembalikan uang tersebut maka korban tidak boleh pulang dan para terdakwa tetap akan menduduki kantor tersebut.

Karena merasa takut dan tertekan, Jimmy berjanji akan mengembalikan uang dan meminta waktu. Setelah itu korban diminta untuk membut Surat Pernyataan yang intinya akan mengembalikan uang pembelian rumah sebesar Rp 1 miliar sampai dengan tanggal 26 Mei 2019.

Lalu terdakwa Anis Roga juga meminta uang sebesar Rp 20 juta, saat itu juga yang katanya untuk uang tunggu. Jimmy meminta asistennya Agus Mulyadi, untuk memberikan uang tersebut kepada terdakwa Donatos Kato.

Setelah menyerahkan uang, korban dan pendampingnya diperbolehkan pulang sekitar pukul 01.00 Wib hari Sabtu tanggal 13 April 2019. Akibat perbuatannya, para terdakwa diancam pidana dalam Pasal 333 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman 8 tahun penjara.

Pada rilis dikepolisian sebelumnya, para terdakwa dijerat pasal berlapis diantaranya pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan seseorang, Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan atau Pasal 368 KUHP Pemerasan Disertai Pengancaman. (Am)

JPU Pompy Polansky Tuntut Pasukan Sabu 2 Tahun
Nabrak Orang Hanafi Dihukum 9 bulan