Suami Istri Paketkan Sabu 5,667 Gram ke NTB

Suami Istri Paketkan Sabu 5,667 Gram ke NTB

suarahukum.com - Karena menyelundupkan sabu melalui jasa ekspedisi, Hendrawan (25), Bambang Budi Yuliarso (32) dan Bella Wikarsa (26) harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya di meja hijau.

Dalam persidangan, tampak Eko Budi Juniarso selaku penasehat hukum terdakwa menyimak saat para terdakwa memberikan keterangan satu sama yang lain.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim Yulisar, Hendi Hendrawan membantu menyelundupkan sabu karena ingin mendapatkan upah Rp 100 ribu dan cuilan sabu 0,15 gram. “Saya Cuma membantu saja,” dalihnya.

Bambang Budi Yuliarso juga mengatakan, ia mengirim sabu melalui jasa pengiriman di Jalan Manunggal Kebonsari Blok A no 5 Surabaya, dibantu istrinya Bela Wikarsa. “Sabu dikemas dalam kantong plastik kemudian secara bersama-sama membawa sabu ke jasa layanan pengiriman,” tuturnya.

Sedangkan, Bela Wikarsa tampak pasrah dengan mengamini keterangan yang baru disampaikan Bambang suaminya Bambang Budi Yuliarso.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya Akhmad Iriyanto Sudaryono, tetap mendakwa ketiga terdakwa dengan pidana Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk diketahui, terungkapnya, modus yang dilakukan ketiga terdakwa, berawal dari salah satu karyawan J&T yang menyampaikan informasi adanya kecurigaan pengiriman barang yang dikemas dalam bungkus plastik dengan tujuan Lombok NTB. Kemudian Jajaran Polrestabes Surabaya, melakukan pengembangan dengan membuka paketan yang dikemas dalam bungkus plastik.

Adapun isi paketan berupa, 4 pakaian yang didalamnya terdapat sabu dalam bungkus kantong plastik. Jajaran Polrestabes Surabaya merasa kurang puas dengan meminta karyawan J&T membungkus kembali agar barang bisa sampai tujuan Lombok NTB.

Dalam pengembangan lebih lanjut, saat barang tiba di Lombok NTB, Deddy Ady Kurniawan mengambil barang yang tidak disadari bahwa barang tersebut sudah dalam pemantauan polisi.

Saat ditangkap, Dedy Ady Kurniawan mengaku hanya mendapat perintah dari Baso Armatoa Pasolo kini statusnya dalam daftar pencarian orang (DPO). Rencananya barang akan di serahkan ke buronan Ogot. (Am)

Jaringan Sabu Lapas Porong dan Lapas Tanjung Pinang Ditangkap
Sabu Terdakwa Gubeng Pojok Menyusut 1 Gram?