Siti Malikah Bidan Aborsi Dituntut 3 Tahun Penjara

Siti Malikah Bidan Aborsi Dituntut 3 Tahun Penjara

suarahukum.com - Dianggap bersalah sudah melakukan praktek aborsi, Siti Malikah bidan asal Lamongan yang bekerja di rumah sakit di Surabaya, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraini dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, dituntut 3 tahun penjara.

"Memohon kepada majelis hakim, menghukum terdakwa Siti Malika dengan hukuman penjara selama tiga tahun, denda Rp 10 juta subsider tiga bulan penjara," ujar JPU Anggraini, diruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (14/10/2020) berlangsung online.

Atas tuntutan tersebut, JPU menilai bahwa terdakwa Siti Malikah, terbukti melanggar pasal 77A Jo Pasal 45A Undang-undang RI No 35 tahun 2014, tentang Perubahan Atas Undang-undang RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Seperti dalam dakwan, Siti Malikah menerima layanan prakter aborsi di kamar hotel pada 19 Maret 2020 lalu. Pada saat ini, Siti Malika melaksanakan praktek aborsinya kepada perempuan berinisial RA, (17) dengan mematok tarif sebesar Rp 2 juta untuk sekali aborsi.

pada saat itu, pasangan kekasih M (32) dan RA (17) meminta bantuan aborsi pada bidan Siti Malika (31). M yang memiliki inisiatif menggugurkan janin sang kekasih. M mengenal bidan Siti Malika melalui WhatsApp.

Setelah janjian ketemu disebuah mini market, pasangan kekasih dan bidan Siti Malikah tersebut kemudian menuju sebuah hotel, lalu melakukan praktik aborsi.

Berdasarkan pengakuan bidan Siti Malika, praktik aborsi ini sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Setiap bulannya selalu ada pasien yang meminta digugurkan. Lokasi pengguguran selalu di hotel. Namun tidak di hotel yang sama antara satu pasien dengan pasien lain. (Am)

Michael Dihukum 8 Bulan Jual Pil Koplo Rp 25 Ribu
Benarkah 14 Penjudi Ayam Semampir Dilepas?