Security PT Kroya Wood Estetika Dihukum 9 Bulan Penjara

Security PT Kroya Wood Estetika Dihukum 9 Bulan Penjara

suarahukum.com - Mencuri barang elektronik, Security PT Kroya Wood Estetika yakni Fx Dody Dwi Putro asal Ngawi oleh Ketua Majelis Hakim Yulisar divonis 8 bulan penjara. Sebelum diputus oleh hakim, terdakwa Dody oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi dari Kejari Surabaya dijatuhkan tuntutan hukuman 1,2 tahun penjara.

"Menjatuhkan tuntutan hukuman 1 tahun 2 bulan penjara," kata Yulisar diruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (5/3/2018).

Mendengar tuntutan jaksa, terdakwa memohon pada hakim untuk keringanan dengan alasan akan melakukan resepsi pernikahan. "Mohon keringanannya pak hakim, saya bulan 8 (Agustus 2018) ini mMelaksanakan resepsi nikah sama pacar saya," ucapnya, bernada lirih dihadapan hakim.

Dengan pernyataan terdakwa, hakim Yulisar pun mengabulkan dan memvonis hukuman 9 bulan penjara. "Menjatuhkan 9 bulan penjara. Kamu menjalani hukuman sudah 4 bulan, tinggal 5 bulan lagi keluar. Dan kamu sudah bisa nikah dibulan Agustus," tegasnya.

Diketahui dalam dakwaan, terdakwa Fx Dody Dwi Putro, pada hari Minggu tanggal 03 Desember 2017 sekira pukul 19.30 Wib (malam) bertempat di Kantor PT. Kroya Wood Estetika, Jalan Cipunegara Nomor 57-59 Kecamatan Wonokromo Surabaya.

Saat itu terdakwa selaku security di PT Kroya Wood Estetika, tanpa seizin dan sepengetahuan dari Fransiscus Santoso selaku Manager PT Kroya Wood Estetika mengambil 1 unit Laptop merk Dell, type JH3DRJ2, warna hitam milik perusahaan tersebut, cabang Jalan Yos Sudarso Kec Tunggorono Jombang yang dititipkan oleh saudari Anggraeni (bagian purchasing/pembelian) kepada PT Kroya Wood Estetika di Jalan Cipunegara Nomor 57-59 Wonokromo Surabaya.

Saat itu berawal dari Laode Sanuru (security), pada hari Sabtu tanggal 02 Desember 2017 sekira pukul 10.00 Wib, menerima pengiriman barang dari Abadi Cipta Komputer Jalan Manyar Rejo Nomor 17 Surabaya berupa 5 unit Laptop merk Dell dan menandatangani nota pengiriman tersebut.

Selanjutnya saksi Sanuru meletakkan 5 unit Laptop Dell beserta nota pengiriman diruang security, sekira pukul 14.00 Wib. Saat itu Sanuru pulang dan mengunci pintu gerbang perusahaan, lalu menyerahkan kunci kepada terdakwa yang bertugas piket menggantikan saksi Sanuru

Bahwa ketika terdakwa piket menggantikan teman seprofesinya, terdakwa mengetahui ada 5 unit Laptop merk Dell yang terletak diruang security, selanjutnya Laptop tersebut dipindahkan diatas meja ruang Manager (dilantai 3), saat meletakkan Laptop terdakwa mengetahui nota pengiriman 5 unit Laptop tersebut.

Namun seketika itulah terdakwa timbul niat untuk mengambil 1 unit Laptop dengan cara nota pengiriman yang mencantumkan 5 unit Laptop merk Dell oleh terdakwa diganti tulisannya dengan cara menindas menjadi 4 unit, selanjutnya 1 unit Laptop Dell diambil tanpa sepengetahuan pihak manager dan temannya security.

Nasib apes perbuatan terdakwa terekam CCTV yang berada diruangan manager. Akibat perbuatan terdakwa, PT Kroya Wood Estetika mengalami kerugian sebesar Rp. 5.175.000,-. Terdakwa pun dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian disiang hari. (Am)

Pengedar Sabu Pabean Cantikan Dijerat Pasal 112
Empat Perempuan ini Nikmati Sabu Harga Rp 1,4 Juta