Satpol PP Selidiki Segel Rusak RHU Phoenix Club

Phoniex disegel / Julian Romadhon Portal Surabaya

Satpol PP Selidiki Segel Rusak RHU Phoenix Club

suarahukum.com - Mendapati Phoenix Club & Singing Hall buka lagi yang akhirnya digerebek tim Pemburu Covid-19, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya tidak tingggal diam. Pihaknya akan menelusuri segel penutupan yang sudah dipasang beberapa bulan lalu di Rumah Hiburan Umum (RHU) Jalan Kenjeran Surabaya.

Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP), Eddy Christijanto mengaku, akan segera menindaklanjuti dugaan pengerusakan segel stiker Pol PP Line di Phoenix Club & Singing Hall. "Kita cek dan TL (Tindak Langsung)," katanya, Senin (21/12/2020).

Sementara, Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya, Pieter Frans Rumaseb mengatakan, apabila terbukti ada perusakan dengan membuka segel Pol PP Line tanpa pemberitahuan pihak Satpol PP, pihaknya akan melaporkan ke unsur pidananya. "Tunggu perintah," tambahnya.

Sebelumnya, Phoenix Club & Singing Hall digerebek tim Pemburu Covid-19. Petugas kemudian membawa manajemen dan pengunjung ke Polrestabes Surabaya. Waka Polrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo mengatakan, bahwa tempat hiburan tersebut pernah disegel dan dipasang stiker Satpol PP line, dikarenakan beroperasional hingga larut malam di tengah pandemi Covid-19.

“Tempat hiburan itu terindikasi melanggar protokol kesehatan dan jam malam serta aturan Perwali 33 tahun 2020. Petugas Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi lalu menghentikan kegiatan di lokasi,” ujar Hartoyo.

Setelah dilakukan tes rapid antigen yang dilakukan bersama Dinas Kesehatan Surabaya, menunjukkan 63 orang non-reaktif dan akan dipulangkan. “Setelah dilakukan tes rapid, mereka tak satupun reaktif sehingga dipulangkan. Tapi manajemen (Phoenix Club & Singing Hall) kami buatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” pungkas Hartoyo.

Phoenix Club & Singing Hall disegel Satpol PP Kota Surabaya, September 2020 lalu. Dipimpin Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya, Pieter Frans Rumaseb, RHU di Jl Kenjeran Surabaya, Juni 2020, menemukan pelanggaran Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019. (Am)

Danny Wijaya Protes Kliennya Dituntut 6 Bulan
Kasus Tipiring Perak Tahun 2020 Meningkat