Saksi Keiko Akui Ditarif Rp 4 Juta Sekali Kencan

Saksi Keiko Akui Ditarif Rp 4 Juta Sekali Kencan

suarahukum.com - Saksi konsumen Keiko yaitu Lutfi akui ditarif 4 juta sekali kencan oleh Yunita alias Keiko, hal itu disampaikan pada saat persidangan yang beragenda keterangan saksi, di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (2/9/2018).

Dua saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania R dari Kejati Jatim, yaitu Lutfi (sopir grab) sebagai konsumen Keiko dan Cahaya Bima Nusantara sebagai saksi penangkap alias dari kepolisian.

"Saya yang digerebek di kamar hotel no 107 hotel Malibu, saya dijamu oleh teman saya yang namanya Heri. Saya dikasih uang Rp 4 juta untuk memakai cewek," ujar Lutfi, saat memberikan keterangannya dalam sidang.

"Saya tidak mengenal terdakwa, yang saya tau saya dijamu oleh teman saya Heri. Saya juga gak tau terdakwa dapat fee dari Olin atau gak," tambahnya.

Lutfi juga mengaku tidak mengetahui apakah Terdakwa mendapat fee atas tarif yang sudah dia bayarkan ke perempuan yang diketahui bernama Olin tersebut.

Dan yang diketahui Lutfi hanyalah tarifan 4 juta rupiah sekali kencan. "Saya tidak tahu, yang jelas saya bayar Rp 4 juta untuk short time yakni sekitar tiga jam," pungkasnya.

Sementara, saksi kedua yakni Cahaya Bima Nusantara menyatakan ia melakukan penggerebekan pada 7 Mei 2018 sekitar pukul 12.30 Wib. Saat dilakukan penggerebekan di kamar 105 dan kamar 107 hotel Malibu Surabaya dia bersama tim cyber crime mendapati sepasang pria wanita sedang berhubungan badan. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan handphone serta kondom.

Dari handphone inilah didapati percakapan antara dua wanita yang ada di kamar 105 dan 107 tersebut dengan Terdakwa Keiko.

"Dari handphone inilah kita dapatkan percakapan antara si cewek yang kita amankan dengan terdakwa. Jadi tugas terdakwa adalah membrodcast kalau ada orderan masuk ke cewek yang akan dibooking," ujar saksi dari kepolisian.

Dari keterangan cewek yang diketahui bernama Windi dan Olin inilah, Terdakwa mendapat fee 35 persen dari total tranksaksi. "Sisanya untuk yang melayani," jawabnya.

Anehnya, atas keterangan dua saksi, Terdakwa yang saat penggerebekan ada di Bali ini menyatakan tidak tahu. "Saya tidak tahu pak hakim," singkatnya.

Diketahui, Yunita alias Keiko ditangkap Polda Jatim pada 7 Mei 2018 pukul 12.00 Wib di Hotel Malibu Surabaya. Petugas menangkap anak buah Keiko saat melakukan Chek In di hotel tersebut. Ada empat anak buah Keiko yang saat itu tertangkap dan dari pengakuan anak buahnya inilah peran Keiko terungkap. Keiko menawarkan anak buahnya tersebut secara online dengan tarif Rp 2 juta sampai Rp 4 juta untuk sekali kencan.

Dan Keiko pernah berurusan dengan hukum dengan kasus yang sama yakni perdagangan manusia pada tahun 2013 silam. (Am)

Polisi Tangkap Bocah Bandar Dan Kurir Narkoba
WNA Vietnam Pingsan Usai Disidang