Residivis asal Ampel Enggan Disebut Perampok

Residivis asal Ampel Enggan Disebut Perampok

suarahuum.com - Setelah diputus 10 bulan penjara kasus pencurian pipa AC, oleh Hakim Jan Manopo, residivis pembobol alias rampok yaitu Kosim Bin Suni (41) warga Kebon Dalem Ampel Gang 7 Surabaya ini, kembali diadili diruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (5/9/2019).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana menyebut bahwa terdakwa pelaku rampok. "Kamu itu rampok, dibilang rampok kok gak mau," kesalnya.

Mendengar sebutan seperti itu, terdakwa langsung menundukkan kepala. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, terdakwa Kosim didakwa Pasal Pasal 365 ayat (2) ke-2 KUHPidana.

Diketahui, bahwa terdakwa Kosim dengan Cholil (DPO) dan Mukapi (DPO) pada hari Rabu tanggal 10 April 2019 sekitar jam 18.00 Wib bertempat di Lokasi Proyek Ruko Lenmarck Blok OP1 (B01 No. 11) Jl. Bukit Darmo Boulevard Surabaya, melakukan kejahatannya.

Saat itu, berawal terdakwa melakukan perencanaan pencurian dilakukan di Kebon Dalem Ampel Surabaya, selanjutnya terdakwa naik sepeda motor Honda Beat putih biru Nopol L-5174-SB dan Mukapi (DPO) bonceng dibelakangnya sedangkan Cholil (DPO) naik sepeda motor Yamaha Yupiter sendirian.

Setelah sampai disasaran pintu ruko yang direnovasi sudah tertutup, kemudian Mukapi masuk dengan mendorong pintu sedangkan terdakwa dan Cholil mengikuti dibelakangnya, selanjutnya Mukapi langsung naik ke lantai atas sedangkan terdakwa dan Cholil tetap dibawah untuk mengamankan dan menghalangi penjaga ruko saksi Ikhwan Ridwan Rois agar tidak mengikuti Mukapi ke lantai atas.

Sedangkan Cholil menodongkan pisau ke penjaga ruko tersebut, sekitar 20 menit Mukapi turun ke lantai bawah dan membawa kabel listrik, pipa AC, karung yang berisi blower penyedot debu, 2 bor listrik dan 2 gerinda milik saksi Kartiman. Akibat perbuatan terdakwa, korban Kartiman mengalami kerugian sebesar Rp. 10 juta. (Am)

Pemalsu Merek Diputus Hukuman Percobaan
Penyanyi Dangdut Yolla Berlin Dituntut 5 Tahun