Pungli Pelindo, Augusto Hutapea Dituntut 2 Tahun

Pungli Pelindo, Augusto Hutapea Dituntut 2 Tahun

suarahukum.com - Augusto Hutapea mantan Direktur PT Akara Multi Karya (AKM), terdakwa kasus Dweling Time, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, akhirnya dituntut 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Katrin Sunita dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya

"Dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemerasan pada beberapa importir. Menjatuhkan hukuman tuntutan 2 tahun penjara," ucap jaksa Katrin, saat sidang berlangsung di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Rabu (16/7/2017).

Menurut JPU Katrin, terdakwa Augusto Hutapea terbukti bersalah melanggar 368 KUHP ayat (1) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang Pemerasan.

Selain itu jaksa juga menyatakan terdakwa Augusto Hutapea melanggar pasal Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam surat tuntutan itu, jaksa menyatakan tidak ada alasan pemaaf yang dapat menghapus perbuatan pidana terdakwa Augusto Hutapea. Hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan dipersidangan.

Atas tuntutan itu, Augusto Hutapea melalui tim penasehat hukumnya akan mengajukan nota pembelaan. "Kami ajukan pledoi majelis," ujar Robert Simangunsong, pada Ketua Majelis Hakim Anne Rusliani.

BACA JUGA: Didemo Mahasiwa & Masyarakat Surabaya, Sidang Rahmat Satria Ditunda

Untuk diketahui, Augusto Hutapea terjaring dalam operasi tangkap tangan oleh Mabes Polri pada November 2016 lalu. Perusahaan Augusto dipakai PT Pelindo III, diduga untuk mengambil uang pungli dari importir.

Dalam pemeriksaan Augusto akhirnya terungkap, uang pungli juga dirasakan pejabat Pelindo. Atas pengakuan itu, penyidik akhirnya bergerak dan menggeledah ruang kerja Direktur Operasional Pelindo III, Rahmat Satria.

Kasus ini akhirnya melebar ke mantan Direktur Utama PT Pelindo III, Djarwo Surjanto, dan istrinya, Mieke Yolanda, sebagai tersangka. Tersangka Djarwo dan istrinya tak hanya dijerat pungli saja. Mereka juga dijerat pasal pencucian uang. Pungli ini diduga berjalan sejak 2014 hingga 2016 dan memperkaya tersangka hingga miliaran rupiah. (Am)

Gerakan Putra Daerah Pantau Kasus Cen Liang
Forkopimda Jatim Datangi TMP Kusuma Bangsa