PT Prima Lima Tiga Punya Hutang Pegawai Rp 3,6 M

PT Prima Lima Tiga Punya Hutang Pegawai Rp 3,6 M

suarahukum.com - Pengadilan Niaga Surabaya akhirnya menyatakan pailit. Namun PT Prima Lima Tiga (PLT) jalan Dharmahusada Indah Surabaya, belum memenuhi pembayaran pada pegawainya yang bernama Vicky Sastrawan, sejak 2015.

Saat jumpa pers, kuasa hukum para kreditor PT PLT, Yafeti Waruwu, mengatakan bahwa Vicky Sastrawan hingga sampai saat ini belum diberikan surat pemutusan hubungan kerja, dan dalam PKPU. Vicky juga menuntut pelunasan gaji dan tunjangannya.

"Di PT PLT, Vicky Sastrawan menjabat sebagai Manajer Proyek. Vicky juga diminta oleh Issac Nugraha Munandar, Dirut PLT membantu mencarikan dana untuk melunasi hutang-hutang PT PLT. Salah satu usaha Vicky adalah dengan menjual rumahnya yang ada di Vila Bukit Mas sebesar Rp 3,6 miliar. Untuk dibayarkan kepada Kreditur PT PLT Edi Wijaya Rp 2 miliar dan Andi Lesmono Rp 1,6 miliar. Namun dana tersebut tidak terlunasi sampai sekarang. Meski oleh Issac hutang tersebut hanya diakui sebesar Rp 3 miliar dengan memberikan Giro dan sampai sekarang Giro 3 miliar pun belum cair,” kata Yafeti Waruwu, , Sabtu (27/6/2020),

Untuk diketahui, Dalam putusan pailit tersebut diketahui PT PLT memiliki total utang sebesar Rp 97.426.831.256 kepada 27 krediturnya termasuk PT Bank Negara Indonesia (BNI).

Dalam putusan pailit Nomor 12/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga Sby, majelis hakim Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Surabaya menyebut PT Prima Lima Tiga (PLT) mengalami gagal bayar saat proses rapat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang dimohonkan para kreditur.

Namun sayang, dari pernyataan Yafeti Waruwu, PT Prima Lima Tiga belum berhasil dikonfirmasi. (Am)

Dua Pelaku Kriminal Ditembak Mati Polda Jatim
Terpidana Agus Setiawan Jong Dibawa ke Medaeng