PT ITS Kemitraan Akui Tidak Menang Lelang Rp 400 Juta

proyek pembangunan tower untuk upgrade VTS Surabaya

PT ITS Kemitraan Akui Tidak Menang Lelang Rp 400 Juta

suarahukum.com - PT ITS Kemitraan tidak mengakui adanya kerjasama dalam hal konsultan supervisi pekerjaan pembangunan tower untuk upgrade VTS Surabaya, seperti yang tertera pada papan proyek.

 
"Kita engga tau mas. Ga ada kayaknya," kata Arif staf PT ITS Kemitraan, pada suarahukum.com, di Graha Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya, Kamis (3/12/2015).
 
Arif hanya mengakui dan menunjukkan beberapa data pekerjaan dari Kementrian Perhubungan dengan Satuan Kerja Distrik Navigasi Klas 1 Surabaya. "Kita hanya mengerjakan paket Supervisi Docking KN Prajapati, paket penyelidik tanah untuk Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya, dan Jasa Konsultan Perencanaan (DED) pembangunan tower untuk upgrade VTS Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya. Itupun nilainya tidak mencapai Rp 400 juta, hanya dibawah Rp 50 juta," akunya.
 
Seperti yang sudah diberitakan, pemenang lelang Jasa Konsultan Proyek Tower Upgrade VTS Surabaya, No 24339114 dengan Pagu Rp 400 juta, yang dibuka pada bulan Juli 2015, oleh Ditjen Perhubungan Laut, patut dipertanyakan.
 
Dalam data yang ada, ada 10 peserta yang mengikuti lelang. Namun hanya 4 peserta yang memenuhi verifikasi, diantaranya PT. ITS Kemitraan mengajukan harga penawaran Rp 389.550.000. Untuk PT. Delta Buana, mengajukan penawaran Rp 383.526.000. Untuk CV Apik Jaya, mengajukan penawaran Rp 252.274.000. Sedangkan, CV. Multi Habitat Enggineering Consultant mengajukan penawaran Rp 382.760.000.
 
Meski CV Multi Habitat Enggineering Consultant memenuhi persyaratan, dan dinyatakan menang dalam lelang, namun kenyataannya pada papan proyek Pembangunan Tower Untuk Upgrade VTS Surabaya, senilai Rp 9.737.732.000, digarap PT Binatel Prima, dituliskan konsultan supervisi dari PT. ITS Kemitraan.
 
Dikonfirmasi suarahukum.com terkait adanya dugaan permainan anggaran dan kejanggalan pemenang lelang tersebut, Kepala Distrik Navigasi Klas 1 Surabaya, Ir. I Nyoman Sukayadnya enggan ditemui. Bahkan, dihubungi melalui nomor selularnya 08123832,, pihaknya enggan berkomentar. (Hyu)

Pengedar Rokok Tanpa Cukai DItangkap
Gugatan Kurator Rudy Indrajaya Digugurkan Hakim