Prediksi Hakim Bebaskan Soejono Candra Terbukti

Prediksi Hakim Bebaskan Soejono Candra Terbukti

suarahukum.com - Membebaskan Soejono Candra terdakwa kasus penipuan dan penggelapan dari jeratan hukum ternyata bukan rumor belaka. Terbukti, Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana, saat agenda putusan berlangsung, tanpa ragu menyebut terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak Pidana penipuan dan penggelapan.

"Mengadili menyatakan terdakwa Soejono Candra tidak terbukti bersalah melakukan tindak Pidana dalam pasal 372 KUHP, 378 KUHP dan 264 KUHP. Dan membebaskan terdakwa dari semua dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU)," jelas Hakim Anne, Kamis (11/1/2018).

Menurut Anne, Kasus ini masuk wanprestasi. "Apa yang dilakukan terdakwa sebagaimana dalam dakwaan primer JPU yakni pasal 378 KUHP bukanlah perbuatan pidana melainkan perdata. Sementara dakwaan subsider pasal 372 juga dinyatakan tidak terbukti," tambahnya, sembari ketuk palu menandakan sidang selesai.

Mendengar putusan hakim, setelah berunding dengan tim kuasa hukumnya, terdakwa Soejono Candra langsung menerimanya. Sementara, Jaksa Kartika Nova Dian Kusuma, diwakili Katherine Sunita yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan 2 tahun penjara, menyatakan pikir-pikir.

Sementara, Ade kuasa hukum Soejono Candra mengaku, putusan hakim adil berdasarkan fakta persidangan. "Hakim adil, memang dari fakta persidangan terdakwa tidak terbukti bersalah. Untuk menuntut balik, itu kita masih pikirkan dan kita rundingkan dengan terdakwa," ungkapnya pada suarahukum.com.

Terpisah, Elmil Salim kuasa hukum pelapor Lie Soekoyo menegaskan, bahwa putusan hakim sangat lucu. "Putusan hakim ini lucu, tidak benar dan melanggar kode etik, melanggar rasa keadilan. Putusan yang pertama ini tidak berkeadilan, yang kedua sebelum putusan sudah sesumbar, berkowar-kowar akan membebaskan. Kita akan proses, kita ambil langkah hukum," tegasnya.

BACA JUGA: Beredar Suara Soejono Candra Diputus Bebas, Ini Jawaban Hakim...

Diketahui dalam perkara No 1149/Pid.B/2017/PN SBY, Soejono Candra menemui korban pelapor Lie Soekoyo, dengan maksud menawarkan rumahnya yang akan disita Bank Artha Graha Surabaya, dengan harga Rp 660 juta.

Soejono Candra saat itu meminta korban, agar tidak menjual lagi rumah dalam jangka waktu 2, dengan dalih akan dibeli kembali rumah tersebut. Karena merasa kasihan, korban sepakat dan mengikuti kemauan terdakwa.

Setelah semua Bank Artha Graha dibereskan, korban meminta pengesahan jual beli rumahnya. Pengesahan dilakukan di kantor Notaris Sugiarto di jalan Bubutan Surabaya. Semula harga Rp 660 juta menjadi Rp 660.125 juta,

Setelah 2 tahun kemudian, tahun 2006, terdakwa menemui kembali korban dan meminta uang Rp 25 juta untuk biaya transportasi pengosongan perabotan rumah tangga, tahun 2006 hinga 2009. Akta pengosongan rumah, No 11 Tanggal 30 November 2006.

Namun, sampai lewat batas waktu yang ditentukan, terdakwa tidak melakukan pengosongan rumah tersebut, sehingga korban Lie Soekoyo merasa ditipu. Dan hal tersebut, kasus ini dilanjut ke kepolisian. Akibat perbuatannya, Terdakwa didakwa Pasal 378KUHP tentang Penipuan. Jaksa Moch Sulton dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, pengganti Jaksa Kartika Nova Dian Kusuma, menuntut terdakwa dengan 2 tahun penjara.

Komisi Yudisial (KY) hadir mendengarkan persidangan Soejono Candra. "Kita memang sedang melakukan tugas pemantauan dalam perkara 1149/pid.B/2017 PN Surabaya, karena ada perintah makanya Kita melakukan pemantauan. Ya ada laporan sebelumnya dalam perkara ini," pungkas Dizar. (Am)

Tolak Keluar Malam, Hp Pacar Dirampas
Simpan Sabu Nol Koma Diganjar 5 Tahun Penjara