Positif Corona? Wartawan Ambruk di Ruang Sidang

Positif Corona? Wartawan Ambruk di Ruang Sidang

suarahukum.com - Nawi, yang mengaku wartawan biasa bertugas di Grahadi Pemprov Jatim tiba-tiba ambruk diruang sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (11/5/2020). Karena itu, spontan membuat persidangan langsung semburat masing-masing membubarkan diri. Tak terkecuali Panitera, Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Mendapati hal ini, petugas keamanan PN Surabaya Bripka Arif Harmoko langsung menghubungi nomor darurat 112. "Dia (Nawi) ngakunya mengantuk. Mungkin hanya kelelahan. Dari awal saya lihat memang dia sudah pucat. Namun, saat dicek suhu tubuhnya normal yaitu 34,4," jelasnya.

Sementara, Humas PN Surabaya, Martin Ginting mengatakan bahwa Nawi sudah diperiksa kesehatannya, dan tidak terbukti kearah dugaan positif virus corona atau Covid 19. "Setelah diperiksa, kata tim medis tadi hasilnya negatif. Dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan arah ke Covid," katanya.

Martin juga menambahkan, bahwa di PN Surabaya akan lebih memperketat lagi untuk para pengunjung. "Bagi pengunjung yang sangat tidak berkepentingan lebih baik jangan datang dipengadilan. Yang tidak berkepentingan akan kita seleksi pada pemeriksaan di depan pos penjagaan," tambahnya.

Menurutnya, PN Surabaya sudah melakukan Protokoler terhadap pencegahan Covid -19, dimana dipintu masuk kami sudah lakukam cek suhu badan juga air dan sabun untuk cuci tangan. "Protokoler sesuai anjuran pemerintah sudah kami lakukan, jadi antisipasi adanya penyebaran tersebut, sudah dilakukan, termasuk sosial distancingnya,” terang Martin.

Karena kewaspadaan dan antisipasi menyebaran virus Corona atau Covid-19, kelompok kerja wartawan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, sangat prihatin. Atas keprihatian tersebut, selama ini wartawan sebagai mitra diwilayah hukum PN Surabaya, masih belum ada perhatian khusus.

Saat disinggung soal rapid test untuk para wartawan pokja hukum. Martin menyebutkan bahwa tidak anggaran. "Anggaran dananya tidak ada untuk melakukan rapid test, karena sangat mahal. Kami tidak mendapat dana itu baik dari Pemprov juga Pemkot. Kami saja melakukan (rapid test) bayar sendiri," pungkasnya. (Am)

Germo Karaoke Melly Glow Diputus 1 Tahun 8 Bulan
Baru Keluar Penjara Iwan Hadi di Tembak Mati