Polsek Gubeng Biarkan Dulwali Berkeliaran

Polsek Gubeng Biarkan Dulwali Berkeliaran

suarahukum.com - Dulwali (55) warga Jl Pucangan III, pelaku perusakan serta pengancaman yang dilaporkan ke Polsek Gubeng Polrestabes Surabaya, pada 2 Januari 2020 lalu, tiba-tiba muncul berjualan sate di kawasan Jl Kalibokor Surabaya.

Kepada wartawan, Kanit Reskrim Polsek Gubeng, AKP Sherly Mayasari awalnya sempat mengaku akan menangkap Dulwali karena beberapa kali tak menghadiri panggilan polisi. Namun sayang, pihaknya memilih tak berkomentar saat wartawan konfirmasi terkait pelaku yang mengancam nyawa korban Munif (38) warga Jl Pucangan II Surabaya.

Untuk diketahui, diduga berlatar belakang uang otok-otok (arisan khas Madura), korban Munip dirumahnya Jl Pucangan II Surabaya, didatangi 3 pria, salah satunya dikenali bernama Dulwali (55) warga Jl Pucangan III Surabaya.

Ketiga orang yang datang atas inisiatif Dulwali itu diduga datang untuk menagih uang otok-otok. Namun karena Munip tak merasa punya hutang, korban menolak memberi sehingga terjadi keributan. Bahkan dengan membawa senjata tajam, kaca meja dalam rumah dipecah.

Kasus ini kemudian dilaporkan polisi. Laporan Polisi No: STTLP/05/B/1/2020/JATIM/RESTABES-SBY/SEK-GBG diterima Polsek Gubeng pada 2 Januari lalu. Tapi anehnya, Dulwali yang 3 bulan lalu sempat tak diketahui keberadaannya, belakangan muncul dan kembali berjualan sate dengan santai.

Hal ini memicu reaksi keras Hafid, tokoh warga Bangkalan yang ditunjuk sebagai juru bicara keluarga terlapor. “Tiga bulan lalu Polsek Gubeng berdalih kesulitan menindaklanjuti kasus, karena Dul Wali sebagai terlapor tak diketahui keberadaannya. Lha ini sekarang muncul kok gak diamankan. Anda tebak sendirilah kenapa," ujar kader PDIP Bangkalan ini, Minggu (26/4/2020).

Sementara, Kapolsek Gubeng Kompol Nauvil Hartono, mengklaim kasus ini jadi atensi karena terlapor tak pernah ada di rumah sejak tahu dilaporkan polisi. Pihaknya menyebut dalam waktu dekat kasus ini akan dilakukan gelar perkara di Polrestabes Surabaya.

"Penyidik sudah mengamankan barang bukti dan memeriksa keterangan para saksi. Namun kami akan melakukan gelar perkara di Polrestabes untuk memastikan kasus ini kuat dikirim ke Kejaksaan lalu disidangkan,” jelasnya, Minggu (26/4/2020). (MR/Am)

Napi Fausen Tambak Asri Mati di Rutan Medaeng
Totok Dihukum 3 Tahun Karena Beli Sabu 100 Ribu