Polisi Lepas Tangkapan Otak Pembunuhan Gembong

foto dokumen Setiyo Budiono korban pembunuhan gembong.

Polisi Lepas Tangkapan Otak Pembunuhan Gembong

suarahukum.com - Otak pembunuhan Jalan Gembong Surabaya, Samsul warga Desa Pasarenan, Kedungdung, Sampang oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya, akhirnya dilepas. Pelepasan diduga melibatkan oknum Kepala Desa wilayah Sampang.

Karena dilepasnya pelaku pembunuhan, Muhammad (kakak Mostajab) dan Misyamah (istri Mostajab) melaporkan kasus ini ke Propam Polda Jatim. Sesuai No STPL/33/III/2019/Yanduan, diterima AKP Hari Suwarno, tanggal 11 Maret 2019.

Atas pengaduan ke Bidpropam Polda Jatim, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran sayangnya belum dapat dikonfirmasi.

Seerti diketahui, Setiyo Budiono warga Jalan Tambak Segara Gang 8 Surabaya, ditemukan tewas di Jalan Gembong Sawah 3 Surabaya. Pria 41 diketahui tewas dibacok oleh beberapa orang tidak dikenal, Sabtu (23/12/2017) lalu.

Beberapa lama dilakukan penyelidikan, akhirnya polisi menangkap beberapa pelaku yang terlibat, diantaranya Mostajab dan Sar'i. Polisi juga menyebut, kasus ini melibatkan buronan lain, diantaranya, Samsul, Tholip, Mansyur, Abdul Haris, Maksum, Syukur, Markabi, Iswadi, Mukafi, Muji dan Faisol (meningal dunia).

Mostajab dan Sar'i oleh Jaksa kemudian dinyatakan bersalah melakukan perencanaan pembunuhan, karena itu diancam dengan 6 tahun penjara. Hakim kemudian memutus Mostajab dan Sar'i masing-masing 4 tahun penjara.

Atas putusan tersebut, keluarga Mostajab tidak terima dan membawa polisi menangkap Samsul. “Saya dan Muhammad yang mengajak polisi menangkap Samsul,” kata Kholid Selasa (12/3/2019), menyebut jika otak pembunuhan Samsul tertangkap saat berada di sawah Desa Pasarenan, Kedungdung, Sampang, kemudian dibawa ke Polrestabes Surabaya.

Penangkapan terjadi pada hari Kamis tanggal 28 ebuari 2019, namun Sabtu tanggal 2 Maret 2019, Samsul dilepas. Karena itu keluarga melaporkan kinerja oknum Polrestabes Surabaya ke Bidpropam Polda Jatim. (M12)

Polsek Semampir Diduga SP3 Kasus Penadah Emas
LC Freelance asal Ngawi Nyambi Pengedar Narkoba