Polisi Belum Tahan Tersangka Kasus Kridit Bank ICBC

Polisi Belum Tahan Tersangka Kasus Kridit Bank ICBC

suarahukum.com - Branch Manager Bank Industrial and Commercial Bank of Chin (ICBC) Reza Carpino dan Novie Amelia bekas akuntan PT MAS dipolisikan dalam kasus penggelapan dan penyalahgunaan jabatan dalam memalsukan angsuran bulanan ke Bank ICBC.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan telah menangani kasus ini. Bahkan, pihaknya juga sudah penetapan Novie dan Reza sebagai tersangka. Sudamiran mengakui belum melakukan penahanan karena pihaknya masih menunggu proses penyidikan rampung.

“Kami harus memeriksa sejumlah saksi lain, sebelum menahan mereka,” kata Sudamiran pada wartawan, Senin (13/08/2018).

Sementara, pengacara PT MAS, Yun Suryotomo mengungkapkan, kasus ini bermula ketika, pada 2015 Novie Amelia yang menjabat akuntan perusahaan PT MAS diminta untuk mengajukan kredit ke Bank ICBC sebesar Rp 4 milar untuk tambahan modal.

Kemudian, atas kuasa dari PT MAS, Novie mendatangi kantor bank ICBC cabang Pucang Surabaya. Sesuai perintah perusahaan, Novie mengajukan kredit dengan jaminan rumah dan sejumlah aset milik PT MAS.

“Kemudian Novie bertemu dengan tersangka Reza Corpino yang saat itu menjabat sebagai kepala cabang bank tersebut,” ungkap Yun Suryotomo.

Lalu oleh pihak bank, pengajuan kerdit PT MAS itu disetujui. Sehingga kredit dicairkan dan PT MAS menjalankan kewajibannya membayar angsuran tiap bulan. “Namun setelah tiga tahun kredit berjalan, Novie mengundurkan diri. Kemudian posisinya sebagai akuntan perusahaan digantikan karyawan baru. Setelah melakukan audit, ternyata ada pembengkakan dalam angsuran yang dibayarkan perusahaan kepada bank,” terang Yun Suryotomo.

Dari hasil audit tersebut, pihak perusahaan mendapati adanya kerugian sebesar Rp 391 juta dari angsuran itu. Kemudian temuan ini dikroscek ke bank ICBC pusat. Dari sanalah diketahui jika rekapan angsuran atau rekening koran yang diterbitkan oleh bank ICBC pusat berbeda dengan angsuran yang harus dibayarkan perusahaan.

“Ada selisih nominal angsuran. Pihak bank ICBC pusat sudah membenarkan jika nominal tersebut sudah di palsukan,” tambah Yun Suryotomo.

Atas kejadian ini, April 2018 lalu pihak perusahaan PT MAS melaporkan kasus ini ke Satreskrim Polerstabes Surabaya. Sebulan kemudian, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan kasus penipuan dan penggelapan. “Namun meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya belum ditahan. Untuk itu, kami meminta kepada penyidik untuk segera menahan mereka,” pungkasnya Yun Suryotomo.

Berdasarkan hasil penyidikan, pembengkakan angsuran tersebut rupanya sengaja dilakukan oleh Novie dan Reza. Keduanya melakukan kongkalikong untuk memalsukan jumlah angsuran bulanan yang dibayarkan perusahaan. Hasil penggelapan itu kemdian dinikmati keduanya.

“Belakangan diketahui tersangka Novie secara diam-diam sudah mengembalikan uang yang ia gelapkan senilai Rp 75 juta. Hal itu ia lakukan sebelum mengundurkan diri perusahaan. Sehingga kerugian Rp 316 juta,” imbuh Suryotomo. (Am)

Istri Bunuh Suami Dituntut 12 Tahun Penjara
Penadah Emas Curian Dirilis “Pamer” Akik