Polda Jatim Tangkap Takang Tagih Pinjaman Online

Polda Jatim Tangkap Takang Tagih Pinjaman Online

suarahukum.com - Alditya Puji Pratama (27) asal Jombang, Rendy Hardiansyah (28) serta Anggi Sulistya Agustina (31) asal di Bogor ditangkap Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Mereka bertiga merupakan bagian juru tagih pinjaman online (pinjol) ilegal yang mengirimkan pesan berisi ancaman apabila korban tidak mau membayar.

Kapolda Jatim Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H mengatakan, terungkapnya kasus ini setelah pada Desember 2020, BSB (pelapor) mengajukan pinjaman online di Rupiah Merdeka dan Dana Now. Pada Februari 2021, pinjaman BSB sudah lunas. Namun, pada awal Juli 2021, BSB menerima pesan penagihan dari pihak perusahaan pinjol. Antara lain, KSP Planet Bahagia, KSP Bos Duit, Dana Hebat dan Lucky Uang.

"Peran pelaku ASA ialah mengirim SMS ke BSB dengan kalimat-kalimat makian. Begitu juga pelaku RH mengirimkan pesan yang sama ke BSB. Isi ancamannya 'Bagus ini foto dan KTP ini diviralkan," kata Nico didampingi Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko dan Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, Senin (25/10/2021).

Pada 17 Juli 2021, BSB membuat pengaduan di Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Pada Agustus-September 2021, penyidik melakukan serangkaian proses penyelidikan. Selanjutnya pada 15 Oktober 2021, petugas berhasil mengamankan ASA di Perum Samudra Residence, Bogor, Jawa Barat. Lalu pada 18 Oktober 2021, petugas berhasil mengamankan RH alias Asep di Polda Jatim.

Dalam melakukan penagihan para tersangka dapat upah bulanan Rp 4,2 juta. "Para tersangka juga mendapat fasilitas dari perusahaan berupa kuota internet Rp 90 ribu setiap bulannya. Selain itu, para tersangka mendapat insentif jika penagihan tersebut berhasil mencapai sebesar 65 persen dari total penagihan dalam kurun waktu satu minggu. "Tersangka akan mendapatkan Rp 162 ribu di luar gaji," tambah Nico.

Sedangkan satu tersangka lainnya, APP (27) merupakan karyawan perusahaan pinjaman online PT Duyung Sakti Indonesia. APP bertugas sebagai desk collection.

Kasus yang menjerat APP bermula pada Kamis (7/10), korban mendapatkan pesan masuk WhatsApp dari APP. APP mengaku dari pihak aplikasi pinjaman online Dompet Share. Dia melakukan penagihan dengan cara mengirimkan pesan berisi foto wajah korban dan foto KTP korban ke akun Whatsapp korban disertai kalimat bagus ini foto dan KTP ini diviralkan ya. "Korban merasa takut dan terancam foto wajah dan KTP-nya disebarkan pelaku," ujarnya.

Dalam perkara ini, ketiga tersangka dijerat Pasal 27 Ayat (4) Juncto Pasal 45 ayat (4) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar. (Am)

Sering Ribut, Live Music THK Krian di Police Line
Penyidik Polda Jatim Ditusuk Tersangka ITE