Penipu ATM Kuras Uang Nasabah

Penipu ATM Kuras Uang Nasabah

suarahukum.com - Sat Reskrim Polrestabes Surabaya membokar dan menangkap jaringan penipuan dengan modus kerja sama dengan sarana Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mereka adalah YR (59) warga jalan Gili Surabaya, MF alias Awang (39) warga jalan Petemon Kali, Sawahan, Surabaya atau Jl. Banyu Urip Wetan Surabaya dan NA (54) alias Beddu warga Kebayoran Lama, Jakarta berperan sebagai sopir, serta satu pelaku berinisial ID menjadi DPO.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengaku, bahwa pelaku sudah menargetkan korban terutama laki-laki keluar dari hotel. Lalu korban dibututi oleh pelaku sampai disebuah Mall di kawasan jalan Pemuda dan pelaku memperkenalkan diri sebagai pengusaha ke korbannya.

''Mereka mengaku dari Brunei Darussalam. Diajak ngobrol, lalu pura-pura membahas bisnis mereka,'' kata Rudi pada wartawan, Senin, (18/12/2017).

Masih kata Rudi, korban yang kena musibah yakni SR (Saldiman Riyadi). Saat berbincang dengan pelaku, SR terbuai dengan bujuk rayu oleh pelaku dengan penampilan para pelaku yang keren, lalu pelaku mengajak korban ke ATM guna menunjukan saldo kartu ATM.

''Pelaku menunjukkan saldonya sebesar Rp 99 miliar, Setelah itu, korban diminta untuk menunjukkan saldonya,'' jelasnya.

Tanpa disadari oleh SR, saat menunjukkan saldonya dan pin ke para pelaku, kartu ATM di tukar oleh pelaku. Setelah beres menipu, pelaku menguras isi ATM SR di minimarket kawasan Undaan Surabaya, sebesar Rp 45 juta.

"Dari hasil penipuan, uangnya dibagi rata masing-masing mendapat bagian Rp 5 juta setiap beroperasi", terang YR.

Dari tangan pelaku disita Barang Bukti dua buah handphone, 13 ATM dengan jenis yang berbeda hasil penipuan, kartu perdana dan sim card

Untuk diketahui, para pelaku ditangkap berdasarkan rekam CCTV ATM. Petugas kepolisian memburu para pelaku dan diketahui bersembunyi di sebuah hotel di kawasan Ngagel Jaya Tengah Surabaya. Tiga pelaku ditangkap, sedangkan satu orang yang berperan sebagai sopir masih dalam pengejaran. Kartu ATM palsu itu sendiri dibeli pelaku dari jaringan penipu di Jakarta sebesar Rp 1 juta. (Tio)

Akibat Cemburu, Randy Bunuh Pacarnya
Akibat Suap Kajari, Bupati Pameksan Diganjar 2 Tahun 8 Bulan Penjara