Pengedar Sabu Pasutri Dihukum Berbeda

Pengedar Sabu Pasutri Dihukum Berbeda

suarahukum.com - Pasangan suami istri Akhmad Muzamil dan Septin Lutvianti yang jadi pesakitan karena edarkan narkoba oleh Ketua Majelis Hakim Agus Hamzah akhirnya diputus berbeda.

Dalam amar putusan yang dibacakan Hakim Agus Hamzah menyatakan, Ahmad Muzamil dihukum 7 tahun penjara. "Sedangkan Septin Lutvianti dihukum 6 tahun penjara," katanya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (7/3/2018).

Selain itu kedua terdakwa membayar denda masing-masing Rp 1 miliar. "Bila terdakwa tidak dapat membayar denda, maka harus menjalani hukuman selama 1 tahun penjara," tambahnya.

Setelah mendengar vonis tersebut, kedua terdakwa menilai karena terlalu tinggi, dan kedua terdakwa langsung menyatakan banding. "Kami banding yang Mulia," ujar keduanya.

Perlu diketahui, kasus ini berawal saat petugas Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, mendapat informasi adanya pasutri pengedar narkoba.

Saat dilakukan penangkapan di Pos Kamling Jl Puri Taman Asri Pagesangan, keduanya tertangkap basah membagi sabu dalam sejumlah paket kecil. Ditemukan barang bukti 6 poket plastik kecil yang berisi sabu dengan total berat 1,68 gram berserta pembungkusnya dan timbangan elektrik.

Dari keterangan kedua terdakwa, barang haram tersebut didapatkan dengan cara membeli di Fardi (DPO) sebanyak 1 poket dengan harga Rp 700 ribu. Dan uang yang digunakan untuk membeli adalah milik terdakwa Septin Lutviyanti. Setelah dibagi menjadi 6 poket plastik kecil untuk dijual kembali dengan harga Rp 200 ribu per poketnya. (Am)

Kasus Pelecehan RS National Hospital Dilimpahkan Kejaksaan
Mahasiswa Hukum Unair dan Unesa Edarkan Ganja 2 Kg