Pengedar Rokok Tanpa Cukai DItangkap

Pengedar Rokok Tanpa Cukai DItangkap

"

suarahukum.com, SURABAYA - Direktorat Indak Krimsus Polda Jatim melalui informasi masyarakat telah berhasil mengungkap kasus rokok tanpa ijin dan Bea Cukai. Dari pengungkapan kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial TW (35) dan satu orang lagi yang kini masih dalam buronan berinisial J (30).

Kabidhumas Polda Jatim, AKBP Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK, M.Si, saat jumpa pers mengatakan, bahwa pengungkapan kasus rokok ilegal ada di dua lokasi. "Yang pertama dengan tersangka TW, TKP nya di Sidoarjo dan yang kedua TKP nya di sebuah ekspedisi di Medaeng dengan tersangka J yang sekarang dalam pencarian," katanya, Kamis (3/12/2015).

Sementara itu, modus operandi yang disampaikan AKBP Raden Prabowo Argo Yuwono, dilakukan oleh tersangka TW adalah dengan membeli rokok yang kemudian dikemas dalam pack seperti rokok-rokok lain pada umumnya. "Dia membeli batangan rokok kemudian dikemas sendiri, lalu diedarkan ke luar pulau. Sasarannya seperti Pekanbaru dan Kalimantan. TW sendiri memiliki 13 orang pekerja," terangnya.

Lebih lanjut AKBP Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, produksi rokok ilegal yang dilakukan TW sudah berjalan selama tiga tahun, dan sebagian besar menggunakan pita cukai palsu dan pita cukai bekas pakai. Sedangkan untuk pengedarannya sendiri dilakukan pengiriman ke luar pulau dengan menggunakan sarana jasa pengiriman barang atau ekspedisi.

Dari tangan tersangka TW petugas berhasil mengamankan barang bukti puluhan merk rokok ilegal yakni Piston, New On Mild Menthol, Gess Executive, Rolling, Lexuz, 57 Djaya, Maxx, Rasta, New On Mild, Sobat'e Premium, dan Gudang Djati, serta 140 batang rokok yang belum dikemas atau 258 ball atau 5.241 slop atau 52.426 bungkus atau 1.166.316 batang.

Sedangkan rokok ilegal yang berhasil disita dari ekspedisi yang hendak dikirim oleh J (DPO) adalah rokok merk GR dan Bravo sebanyak 20 kardus atau 80 ball atau 1600 slop atau 16.000 bungkus atau 320.000 batang.

Total kerugian negara yang diakibatkan oleh produksi rokok ilegal tersebut kurang lebih mencapai 2 milyar rupiah. Akibat pelanggaran hukum tersebut tersangka TW dijerat dengan Pasal 50, Pasal 54, Pasal 55, Pasal 58 UU RI No. 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.

Dan untuk tersangka J (DPO) dijerat dengan Pasal 29 ayat 2a dan Pasal 58 UU RI No. 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 1995 Tentang Cukai. (Asb)
"

Iklan Laka Maut Lamborghini Mengancam
Gugatan Kurator Rudy Indrajaya Digugurkan Hakim