Pengedar Pil Koplo Kutisari Dibayar Rp 5 juta

Pengedar Pil Koplo Kutisari Dibayar Rp 5 juta

suarahukum.com - Jadi pengedar kiloan sabu dan ratusan butir Pil dobel L, Eddy Santoso alias Gombak atau Tokek (32) warga Kupang Krajan Surabaya dan Febrilliani (23) asal Sukodono Sidoarjo, diadili oleh Majelis Hakim Widiarso diruang Tirta 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (27/8/2020) secara langsung Video Call (VC) melalui handpone Adroid.

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukomanunggal Surabaya, membacakan berkas dakwaannya. "Kedua terdakwa didakwa Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," ujarnya.

JPU juga menjelaskan isi dalam dakwaannya, bahwa keduanya ditangkap dikamar kost. "Bahwa terdakwa Eddy Santoso als Edi dan Febrilliani Ilma Savitri, pada hari Rabu 22 Januari 2020 sekira pukul 19.00 WIB bertempat di Rumah Kost Jalan Kutisari Selatan Gg 2 Nomor 14 Surabaya. Ditangkap karena menyimpan Pil Dobel L," jelas Suparlan.

Diketahui, bahwa terdakwa Febril menyimpan Pil Double L di dalam kostnya, selanjutnya pada hari Rabu tanggal 22 Januari 2020 sekira pukul 19.00 WIB saksi Suripno, SH dan saksi Kusnan Efendi, SH bersama tim dari Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap keduanya. Saat berada di dalam kamar kost Jalan Kutisari Selatan Gg 2 Nomor 14 Surabaya, didalam kamar tersebut ditemukan barang bukti berupa 190.000 Butir Pil Double L.

Saat penggeledahan di dalam kamar kost terdakwa Febril, petugas kepolisian juga menemukan 2 handphone milik para terdakwa yang didalamnya berisi dokumentasi hasil ranjauan barang berupa narkotika jenis sabu dan extacy

Bahwa para terdakwa, pada bulan Desember 2019 menerima sabu sebanyak 2 kg yang dibungkus dalam tempat makanan ringan di Hotel Amaris Jl Margorejo Surabaya di Kamar 314, kemudian foto pada akhir bulan Desember 2019 yang mengambil Sabu sebanyak 7 ons di Dekat Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, foto pada tanggal 17 Desember 2019 sekitar jam 14.00 WIB di pinggir jalan Ketintang Surabaya yang mengambil Narkotika Jenis Pil Extacy sebanyak 2 bungkus yang masing-masing bungkus berisi 500 butir.

Juga saat menerima barang berupa Sabu dari orang suruhan saksi Agus Karim Novianto alias Fian alias Begejil sebanyak 3 ons pada awal bulan, Januari 2020 di jalan Ngaglik Surabaya.

Kemudian Sabu tersebut di serahkan kepada saksi Junaedi Purnomo als Jujun di pinggir jalan Simo Surabaya dan foto pada tanggal 07 Januari 2020 yang mengambil Narkotika Jenis Sabu sebanyak 2 kilogram di Hotel POP Daerah Merr Surabaya.

Terdakwa Eddy mengaku pernah 5 kali mengedarkan Sabu kepada saksi Junaedi dengan rincian sebagai berikut. Pada tanggal 03 Maret 2019 saksi Juanedi mengambil Sabu sebanyak 2 kilogram dari terdakwa Eddy.

Pada tanggal 10 Desember 2019 mengambil Sabu sebanyak 3 ons, tanggal 19 Desember 2019 mengambil Sabu sebanyak 3 ons, tanggal 06 Januari 2020 mengambil Sabu sebanyak 3 ons, tanggal 21Januari 2020 mengambil Sabu sebanyak 3 ons yang sebelumnya diranjau di jalan Tambak Segaran Gg 2 Surabaya.

Dalam menjadi perantara peredaran Sabu, terdakwa Eddy selalu menggunakan mobil Toyota Agya dengan Nopol L 1375 RQ warna Silver yang juga dibantu oleh terdakwa Febril atas perintah dari Agus dan para terdakwa juga mendapatkan upah berkisar Rp. 1.000.000 ,-sampai Rp. 5.000.000,-

Akibat perbuatannya, keduanya diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Am)

Sukardi Gelapkan Paku Harga Ratusan Juta
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Pamer Tangkapan