Pengacara dan Staf Kejaksaan Nyabu

Pengacara dan Staf Kejaksaan Nyabu

suarahukum.com - Robby Pardomoan, staf Tata Usaha Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso dan Pengacara Rinovianto tertunduk saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya, Ali Prakosa membacakan dakwaan. Keduanya didakwan karena sudah nyabu bareng Dudi Krishandoko dan Catur Sari Oktavianti.

Dipersidangan Jaksa Ali menghadirkan saksi penangkap dari Satreskoba Polrestabes Surabaya Adi Irawan Punanggoro dan Maskori Hasan. "Ke empat terdakwa kami tangkap saat pesta sabu di kost milik terdakwa Noviantoro di Jln Adityawarman Darmo, Surabaya," kata saksi dihadapan Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (30/1/2018).

Sabu menurut Rinovianto, didapat dari rekannya yang akrab disapa Bondet, 0,5 gram harga Rp 500 ribu. Pembelian biasa dilakukan dengan cara sistem ranjau dikawasan Joyoboyo. Selain mendegar pengakuan tersebut, polisi juga mengamankan alat hisap dan 2 (dua) buah pipet kaca dengan berat kotor sabu 1,98 gram.

Akibatnya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 29 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sementara, tersiar jika terdakwa Dudi Krishandoko merupakan residivis sabu yang pernah ditangkap 2013 lalu atas kepemilikan 3 butir ineks dan sabu 0,953 gram. Atas penangkapan tersebut, baik Jaksa Gatot Haryono, Jaksa Ferdi Ferdian Dwi Rantama dan Ketua Majelis Hakim Tugiyanto menjeratnya dengan Pasal 127 ayat (1) huruf a UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik. Meski barang bukti tidak sedikit, para penegak hukum itu menjatuhkan putusan 1 tahun hukuman rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial di RSUD Dr Sutomo Surabaya. (Am)

Oknum Polsek Sukomanunggal Pesan Sabu ke Pegawai PDAM
Sidang Korupsi Jarot Edy Sulistyono