Penculik Balita Menangis Dipersidangan

Penculik Balita Menangis Dipersidangan

suarahukum.com - Murni Rahayu (24) terdakwa kasus penculikan bayi hanya bisa menangis, saat diadili diruang kartika 2 persidangan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (26/9/2018).

Tangisan terdakwa dipersidangan berawal dari Nuraini (korban) ibu dari bayi yang bernama M Farkhan Akbar, saat dihadirkan dalam persidangan. Terdakwa memeluk dan terus mencium tangan Nuraini, nampak menangis dan meminta maaf.

"Saya minta maaf bu, saya nggak berniat membawa lari adek," kata Murni, usai Nuraini memberikan keterangannya sebagai saksi.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa dari Kejari Tanjung Perak Surabaya, murni didakwa Pasal 83 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan, UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Diketahui, berdasarkan Surat Laporan Nomor: LP/B/135/VI/JATIM/2018/RESPEL TG.PRK, 11 Juni 2018. Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, pada tanggal 11 Juni 2018 menerima laporan polisi pengaduan dari salah seorang warga Kota Malang. Laporan penculikan terhadap anak berumur 9 bulan. Yang diduga dibawa kabur oleh teman dari ibu kandungnya.

Pada sebenarnya kejadiannya tanggal 28 Mei 2018 dari pihak keluarga sempat mencari dulu karena berusaha mencari dalam temperatur 2 minggu tapi karena tidak membuahkan hasil baru melaporkan kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Tak lama kemudian akhirnya anak tersebut beserta pelaku yakni Murni Rahayu berhasil di amankan di Bekasi Jawa Barat.

Pada sebelumnya, Nuraini yang masih tetangga Terdakwa di losmen Walisongo jalan Nyamplungan Surabaya ini menyatakan bahwa pada awalnya dia tidak mengira bahwa Terdakwa bakal berbuat nekad. Sebab sehari-hari memang Terdakwa dekat dengan anaknya.

Korban memang menitipkan anak bungsungnya yang saat itu berusia sembilan bulan ke Terdakwa. Saat itu, korban mau ke Probolinggo untuk menemui saudaranya yang akan memodalinya buka butik. Saat di Probolinggo, saksi korban di sms oleh Terdakwa bahwa anaknya akan dibawa selama dua hari ke Jogjakarta dan saksi pun mengizinkan.

Namun setelah tiga hari dibawa tidak ada kabar, terdakwa tidak bisa dihubungi, setelah satu bulan korban pun lapor polisi. (Am)

Pernah Tersandung Narkoba, Siti Nur Anna Didakwa Pasal 127
Kejaksaan Serahkan Uang Korupsi Rp 8,2 Miliar ke Bank Jatim