Pemuda Kembang Kuning Transaksi Tahu Isi Sabu

foto ilustrasi

Pemuda Kembang Kuning Transaksi Tahu Isi Sabu

suarahukum.com - Seribu cara untuk melancarkan aksinya dalam bertransaksi sabu. IR (18) pemuda asal Jalan Kembang Kuning Kramat Surabaya menyelipkan sabu ke dalam tahu goreng.

Ketua Majelis Hakim Ari Widodo, diruang Tirta, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, mengganjar hukuman kepada terdakwa 4 tahun 3 bulan penjara. "Mengadili, menyatakan, terdakwa terbukti secara sah bersalah. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun 3 bulan, denda Rp 800 juta, subsider 3 bulan penjara," jelasnya, Selasa (12/01/2021).

Mendengar putusan hakim, terdakwa menyatakan untuk menerimanya. "Saya terima Majelis," ucapnya.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Fadhil dari Kejari Tanjung Perak Surabaya, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun 4 bulan, dan denda 800 juta, subsider 6 bulan penjara.

Untuk diketahui, saat membawa tahu goreng isi sabu, terdakwa IR ditangkap, Senin 24 Agustus 2020 lalu oleh Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Transaksi sabu diparkiran Polrestabes Surabaya.

Berawal, saat saksi Muhammad Ramadhan Setiawan dihubungi oleh saksi Mohammad Fariz Ardiansyah (berkas terpisah) untuk datang ke rumahnya di Jalan Kembang Kuning Kulon Surabaya. Sesampainya di rumah Fariz, Ia bertemu Alvian Bayu Satria.

Kemudian Alvian meminta Ramadhan agar menyerahkan tahu goreng berisi sabu itu kepada IR. Kemudian IRberangkat menuju ke parkiran Polrestabes Surabaya. Sesampainya di tempat, dia dipergoki petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan kemudian diamankan.

Pada petugas, saat diintrogasi terdakwa dijanjikan mendapat upah Rp 150 ribu dan nyabu gratis setelah berhasil mengantarkan sabu tersebut.

Akibat perbuatannya, terdakwa didakwa Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (Am)

Pasutri Tanjung Sadari Gelapkan BPKB Mobil
Kejaksaan Berhak Tahan Pasutri Tanjung Sadari