Pemalsu Merek Diputus Hukuman Percobaan

Berterimakasih ke JPU Pompy Polansky

Pemalsu Merek Diputus Hukuman Percobaan

suarahukum.com - Bingah Pranowo pemilik Usaha Dagang (UD) Sinar Abadi di Jalan Mutiara Margomulyo Indah Blok E No 7 Surabaya dan Jefry pemilik Toko Lancar Jaya di Denpasar Bali, oleh Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi dihukum percobaan 1 tahun penjara.

"Kamu diputus 6 bulan pidana, percobaan selama 1 tahun," ujar hakim Dwi Purwadi, pada kedua terdakwa, diruang Garuda 1, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (5/9/2019).

Mendengar putusan hakim, keduanya menyatakan menerima. "Saya terima pak hakim," ucap Bingah.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky sebagai jaksa pengganti Ali Prakosa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, yang sebelumnya metuntut keduanya dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, menyatakan pikir-pikir. "Pikir-pikir majelis," singkatnya.

Usai menjalani sidang, salah satu terdakwa yaitu Jefry bos toko lanjar jaya di Denpasar Bali, bersalaman mengucapkan terima kasih kepada Jaksa Pompy. "Terima kasih...terima kasih," ucapnya, lalu pergi keluar ruangan sidang.

Perlu diketahui, terdakwa Bingah Pranowo tahun 2016, menjalankan usaha perorangan dibidang alat pertukangan, diantaranya batu gerinda merek ‘WD’. Meski diklaim terdakwa tidak sama, saksi Nova Susanti dari Kasi Pertimbangan Hukum dan Litigasi Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, menyebut batu gerinda merek WD yang terdakwa jual mempunyai persamaan dengan produk batu gerinda PT White Dove Indonesia.

Bingah Pranowo dalam dakwaan mengaku, batu gerinda didapatkan dari Randi sales CV Surya Makmur, sejumlah 200 dus (120.000) pcs, Agustus 2017 lalu, dengan harga per pcs Rp 1.930. Setelah itu, barang dijual ke Jefri, dengan harga per pcs Rp 2.300.

Akibat perbuatannya, keduanya didakwa Pasal 100 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. (Am)

Pria Pacar Kembang Tipu Penghobi Tokek Rp 30 Juta
Residivis asal Ampel Enggan Disebut Perampok