Oknum TNI AL: Hasilnya dibagi separuh

Oknum TNI AL: Hasilnya dibagi separuh

suarahukum.com - Pelaku pembunuhan Sopir Grab Denny Arisandi yang melibatkan oknum TNI AL yakni M Khoirul Fajar, mengaku hasil kejahatannya di bagi dua (fivety- fivety) dengan terdakwa Cipto Roso Wiryo. Kesaksian tersebut disampaikan dihadapan Ketua Majelis Hakim Harijanto, di ruang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Selasa (15/7/2017).

"Iya hasilnya dibagi separuh, dan benar saya inisiatif ke Surabaya," akunya Fajar, saat sidang berlangsung.

Selain itu, Fajar juga mengaku, bahwa dialah yang juga membagikan pisau yang sudah disiapkan ke terdakwa Cipto Roso Wiryo (23) seorang tukang Sol sepatu. "Saya jemput dia (Cipto) di taman Bungkul, saya kasih pisau satu-satu," tambahnya.

Sementara Sandra sebagai istri Denny Arisandi korban pembunuhan, berharap agar pelaku yang membunuh suaminya akan diberikan hukuman yang maximal. "Saya harap terdakwa di beri hukuman mati," harap Sandra pada suarahukum.com usai persidangan.

BACA JUGA: Pembunuh Taksi Online Pasar Larangan Disidang

Dalam dakwaan dijelaskan, saat itu Cipto bersama dengan M Khoirul Fajar (oknum TNI AL) memesan taksi online dari Taman Bungkul Surabaya. Sebelumnya, kedua terakwa sudah menyerencakan untuk berbuat jahat, yakni mengambil mobil dari supir taksi online. Korban yakni Denny Arisandi.

Korban yang berusia 37 tahun ini kemudian diajak jalan-jalan. Namun saat dijalan, korban dibunuh dengan cara menusukkan pisau beberapa kali. Usai dipastikan tewas, pelaku membuang jenazah ke Pasar Larangan, Kenjeran, Surabaya.

Pada Kamis (23/3/2017) Sekitar pukul 05.30 wib (pagi) warga sekitar menemukan jenazah korban. Saat itu juga polisi langsung mengejar pelaku, dan berhasil ditangkap di rumahnya.

Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan kekerasan, Pasal 228 KUHP tentang menghilangkan nyawa seseorang, serta pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. (Am)

Hakim Perintahkan Polisi Lanjutkan Perkara Indrayono Sangkawang
Menkumham Tingkatkan SDM Kapalas se Jawa Timur