Oknum Polsek Kenjeran & Polda Jatim Rampas Surat Mobil Kreditan

(kiri) JN Anggota PJR Polda Jatim (tengah) JH anggota Polsek Kenjeran (kanan) NS memenuhi panggilan saksi di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Oknum Polsek Kenjeran & Polda Jatim Rampas Surat Mobil Kreditan

suarahukum.com - Niat hati ingin punya mobil pribadi, perempuan berinisial NS warga Klampis Sematang Sukolilo Surabaya malah terseret kasus penggelapan mobil rental. Akibatnya, janda satu anak ini kehabisan waktu untuk urusi teror anggota kepolisian hingga jadi saksi di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Pada suarahukum.com, NS mengaku kasus ini berawal saat dirinya melakukan pembelian mobil Honda Jazz 2006, Nopol L 16** OR, Senin (7/7/2014) di dealer kawasan Jl. Ahmad Yani Surabaya. Pembelian dilakukan dengan cara kredit di salah satu leasing terkenal.

Pembayaran sudah 29 kali, kalau engga salah cicilan kurang 7 kali, terang NS, Sabtu (31/12/2016) kemarin.

Pada saat pembayaran ke 29, Bulan Desember 2016, NS kedatangan seseorang yang mengaku anggota PJR Polda Jatim (inisial JN) juga anggota Polsek Kenjeran (inisial JH). Kedatangannya tidak lain meminta kelengkapan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), lantaran mobil dengan No BPKB 100893345, dinyatakan bermasalah. Masalahnya, mobil yang dipakai NS, merupakan mobil milik HH, yang pernah dilaporkan hilang ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, STPL No: LP/113/V/2012/JATIM/RES PEL TG. PERAK, Mei 2012 lalu.

Saat dijelaskan mobil ini bermasalah, terus terang saya kaget. Saat itu mobil mau di rampas, tapi saya ngotot (sembari menunjukkan bukti pembayaran ke leasing, red). Ya engga mau lah, kan saya beli resmi dari dealer, kata NS bernada kesal, lantaran STNK sudah dibawa pihak kepolisian.

Ditempat terpisah, Selasa (3/1/2017) HH bersama adiknya AS membenarkan jika mobil yang ada pada NS adalah miliknya yang sempat hilang 2012 lalu. Iya benar, itu mobil saya yang sempat hilang. Sudah saya laporkan, dan sudah di BAP oleh penyidik. Tapi 4 tahun lamanya, baru ketemu. Itupun yang menemukan saya sendiri di kawasan Siola. Saya kira mobil saya sudah hilang (posisi GPS terakhir di Solo), ternyata selama ini berada di Surabaya saja, ucapnya sudah bertemu NS.

Saat bertemu NS, HH dan AS tidak sendirian. Tidak lain bersama JH anggota Polsek Kenjeran dan JN Anggota PJR Polda Jatim. Dalam pertemuannya, dikawasan Jalan Merr, NS ternyata bisa menunjukkan surat-surat pembelian (pembayaran, red). Kalau sudah begini, bagaiamana,? ujarnya bertanya. 

Hilangnya mobil, disebut HH berawal saat dirinya menitipkan ke Rental Mobil kawasan Perak Timur Surabaya. Karena sudah bekerjasama dan percaya, mobil yang awalnya plat nomor Jakarta, meminta tolong pihak rental (Ismajius Harry) mengganti plat nomor Surabaya. Jadi BPKP dan mobil dibawa lari (Harry), paparnya, pada suarahukum.com.

Sementara, JH anggota Polsek Kenjeran dikonfirmasi suarahukum.com melalui No telpnya 08125293,, tidak membantah bertemu NS. Dalam pertemuannya tanpa surat tugas (SPRINT), bersama rekannya JN anggota PJR Polda Jatim membantah telah merampas STNK yang sudah mati, Agustus 2016 lalu.

Awalnya saya tidak tau ceritanya bagaimana? tiba-tiba diajak JN dari PJR Polda Jatim memeriksa kendaraan yang pernah dilaporkan ke Polres (Pelabuhan Tanjung Perak) 2012 lalu. Setelah dilokasi, saya kira (penadah, red) cowok. Tidak taunya, yang punya cewek, dan beli resmi dari dealer. Cuma itu saja, jelasnya melihat NS membawa amplop berisi surat-surat dari dealer, termasuk STNK.

Anggota PJR Polda Jatim, JN dikonfirmasi suarahukum.com melalui No telpnya 08133286,, membantah jika telah menyita STNK Honda Jazz, yang dibawa NS. Pihaknya juga membantah, kalau kadatangannya merupakan proyek bisnis diluar job kepolisian. Beneran ini bukan job proyek. Jadi saya diminta tolong sama liting (YD, rekan sejawat anggota kepolisian Sampang). Karena ada LPnya, saya mau. Setelah saya memeriksa, ternyata kelengkapan (pembayaran leasing) ada. Kalau surat-surat dirampas dibuat apa. STNK malam itu sudah tak kembalikan saat itu juga, dalihnya. (Hyu)

Dituntut 6 Tahun, Hakim Rehabilitasi Wakil Gerindra Surabaya
Hakim Putus Bebas Terdakwa Kasus Batubara