Murni Rahayu Bawa Kabur Bayi Temannya

Murni Rahayu baru diperiksa polisi, Selasa (26/6/2018) malam.

Murni Rahayu Bawa Kabur Bayi Temannya

suarahukum.com - Kasus penculikan balita berumur 9 bulan, berhasil diungkap oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Setelah 15 hari melakukan penyelidikan, balita tersebut akhirnya diserahkan ke ibu kandungnya.

"Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, pada tanggal 11 Juni 2018 menerima laporan polisi pengaduan dari salah seorang warga Kota Malang. Kami menerima laporan penculikan terhadap anak berumur 9 bulan. Yang diduga dibawa kabur oleh teman dari ibu kandungnya," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto, Selasa (26/6/2018) malam di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Petugas kepolisian bergerak cepat berdasarkan dari Surat Laporan Nomor: LP/B/135/VI/JATIM/2018/RESPEL TG.PRK, 11 Juni 2018. Yang sebenarnya kejadiannya pada tanggal 28 Mei 2018 dari pihak keluarga sempat mencari dulu karena berusaha mencari dalam temperatur 2 minggu tapi karena tidak membuahkan hasil baru melaporkan kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Di sela-sela pengamanan proses Pilkada Jawa Timur. Kami tetap melaksanakan penyelidikan dengan proses metode yang kami kedepankan di dalam teknik tertentu. Akhirnya anak ini beserta pelaku MR (Murni Rahayu) berhasil kami amankan di Bekasi Jawa Barat," tambahnya.

Sementara, Nuraini Suprapti ibu kandung dari bayi Farhan mengaku sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan anaknya. Dan sangat berterima kasih kepada kinerja polisi yang sudah bekerja maksimal kepada masyarakat.

"Saya sangat berterima kasih banyak kepada kepolisian, yang mempertemukan anak saya. Yang beberapa minggu yang lalu telah hilang dibawa kabur oleh teman saya sendiri bernama Murni. Dia baik sama saya, dan sempat tidak pernah berfikir hal ini terjadi," kata ibu kandung Farhan, sambil menangis terharu, di Mapolsek Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Akibat perbuatan ini, tersangka MR dijerat Pasal 83 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan, UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan minimal hukuman 3 tahun penjara atau maximal 15 tahun penjara. (Am)

Polsek Krembangan Sita Ineks Asal Eropa
Tahanan Polrestabes Surabaya Ikut Coblos di TPS 14