Merasa tak Bersalah, Ladjoni Minta Bebas Penjara

Merasa tak Bersalah, Ladjoni Minta Bebas Penjara

suarahukum.com - Merasa tidak bersalah, Bos PT Surya Bintang Timur, Lukman Ladjoni (56) minta bebas dari tuntutan 1 bulan penjara. Hal tersebut disampaikan bos kapal saat berada diruang Tirta 1 di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (17/7/2018).

“Meminta agar majelis hakim menjatuhkan vonis bebas,” kata Ladjoni, kepada Ketua Majelis Hakim Yulisar.

Alasan minta bebas, karena Lukman Ladjoni menganggap perbuatannya tidak disengaja. Bapak lima anak ini juga meminta agar nama baiknya direhabilitasi di hadapan publik. “Meminta pada Majelis Hakim agar nama baik saya direhabilitasi,” terangnya.

Atas pledoi tersebut, hakim meminta agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo mengajukan jawaban atas pledoi yang diajukan Ladjoni. “Dia pledoi minta bebas lho, jaksa buat tertulis saja tanggapannya,” katanya.

Jaksa Damang pun tidak menolak dan berjanji akan membuat tanggapan atas pledoi secara tertulis. “Mohon minta waktu satu minggu untuk mengajukan tanggapan atas pledoi,” ucapnya.

Diketahui, dalam perkara No 1182/Pid.B/2018/PN SBY, Jaksa Damang Anubowo, SE, SH, MH mendakwa Ladjoni dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

Penganiyaan itu sendiri, diawali saat pemilik kapal keruk bernama PT Surya Telaga Luhur, di Komplek Venetian Wisata Bukit Mas I Surabaya terjadi salah paham dengan David, tetangganya sendiri, Senin (9/1/2017).

Keributan lantaran, David mendatangi Ladjoni guna mempertanyakan alasan pelarangan anaknya yang membawa hewan peliharaannya berupa anjing jalan-jalan didalam komplek Wisata Bukit Mas Surabaya kepada kepada saksi Bambang Setiawan (sopir Ladjoni).

Bambang pun menjelasan tidak ada pelarangan, ucapan itu disampaikan tiga kali hingga Ladjoni keluar rumah. David kemudian menjelaskan perihal yang terjadi, dan saksi Bambang juga menjelaskan jika anjing milik David telah mengejar anak Ladjoni.

Karena Bambang dianggap melakukan pembelaan didepan bosnya, terjadi cek cok mulut. Tanpa panjang lebar, Ladjoni kemudian menyuruh korban pergi dengan kata-kata emosi (Janc**) dan memukul David dengan tangan kanan. Hantaman bapak lima anak ini spontan ditelak oleh David.

Merasa pukulan tidak kena, suami Kasmawati Palureng kemudian menendang David menggunakan kaki kanan yang mengenai bagian perut sebelah kiri. Security perumahan Komplek Venetian Wisata Bukit Mas I Surabaya, Sarjito dan Farid Novidianto yang melihat peristiwa ini kemudian melerai. Tidak terima, David lalu melaporkan kasus ini ke Polsek Lakarsantri, Polrestabes Surabaya. (Tok)

Palsukan Identitas, Warga Asal Kuningan Larikan Kendaraan
Sakit Hati, Istri Palu Kepala Suami Sampai Tewas